Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Seni Budaya Melaka Dilestarikan untuk Warga Indonesia

Redaksi - Minggu, 21 Mei 2023 18:51 WIB
286 view
Seni Budaya Melaka Dilestarikan untuk Warga Indonesia
(Foto: Tangkapan Layar Facebook /Oki Lenore)
Tahun Kunjungan Melaka  2024: En Hishamuddin Mustafa (kiri) bersama sejumlah pejabat Komite Pariwisata, Warisan, Seni
Melaka (SIB)
Melaka menetapkan Tahun Kunjungan Melaka (TMM) 2024. Pada seremoninya, Ketua Komite Pariwisata, Warisan, Seni dan Budaya Melaka, Datuk Abdul Razak Abdul Rahman, memastikan pihaknya siap dari semua sisi menyambut tetamu yang datang. “Bahkan sejak 2023, semuanya sudah disiapkan. Termasuk kamar untuk pengunjung. Kami menargetkan kedatangan 8,2 juta pengunjung untuk tahun 2023 dan semakin meningkat di tahun 2024,” jelasnya.
Melaka menyimpan seni budaya yang paling lengkap. Sesuai jejak sejarah, sejumlah bangsa dari Eropa bermukim puluhan bahkan ratusan tahun. Mulai dari Inggris, Belanda dan Portugis hingga pedagang dari jajirah Arab. “Silakan mendapat informasi dari truk mobile Tourism Information Center (TIC) Tourism Melaka,” tambahnya.
Menurutnya, selepas pandemi ada peningkatan 126,76 persen dengan kedatangan lebih dari enam juta wisatawan pada 2022 dibandingkan 2,6 juta orang pada periode yang sama pada 2021.
Konsul Perpelancongan Chan Hon Mun di Medan, Rabu (17/5), mengatakan, pihaknya memang mengembangkan destinasi yang menarik. “Jika selama ini warga Sumatera sangat familiar dengan Kuala Lumpur dan Penang. Malaysia punya tujuan baru yang dikembangkan. Seperti Melaka, Perak dan Langkawi,” ujarnya saat Halal Bihalal dan Malaysia Food Culture yang menyanyikan kesenian dan pesta kuliner khas Negeri Semenanjung.
Mantan Director Tourisme Malaysia (TM) Medan Hishamuddin Mustafa memastikan, Melaka memang satu keindahan. “Orang-orang Indonesia apalagi dari Sumatera sangat cocok berkunjung. Selain cuacanya tidak jauh beda, kulinernya pun hampir sama,” tambah pria familiar tersebut.
Dari hulu Sungai Melaka, misalnya, dengan kekayaan bangunan-bangunan berwarna merah peninggalan Belanda. Mulai dari kaki bukit St Paul hingga gudang-gudang tua di wilayah Chinatown di sekitarnya. Kesemarakan makin mencolok dengan deretan bangunan berwarna-warni.
Kampung Morten adalah perhentian istimewa. Nama itu diambil dari Komisioner Pertanahan Inggris, JF Morten, yang berjasa di wilayah memiiki 85 rumah tradisional tersebut. Di sana ada opsi berjalan kaki gratis yang dimulai dari Villa Sentosa. Sungai tersebut memang membelah kota.
Hingga sampai Muara Jeffy mendapati Museum Maritime yang menyimpan replika kapal milik armada Portugis Flor de la Mar dari abad ke-16. Banyaknya bangunan peninggalan Portugis, Belanda, dan Inggris, membuat Bandar Melaka menjadi kota metropolitan yang paling bersejarah di Malaysia.
Lokasi yang ditetapkan sebagai 10 Destinasi Terbaik di Asia Tahun 2017 versi Lonely Planet tersebut ditetapkan sebagai situs warisan dunia atau World Heritage oleh UNESCO pada 2008.
Puas jalan-jalan, kuliner yang cocok dengan lidah orang Asia. Orang Indonesia adalah pengunjung terbanyak wilayah tersebut. Hal itu dimungkinkan sebab banyak jalur transportasi yang bisa dijadikan pilihan: melalui laut dan udara. “Semuanya jadi serba mudah,” tutup Hishamuddin Mustafa. (Bernama/Facebook/R10/a)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru