Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Meriah, Festival Paduan Suara Memuliakan-Nya dan Lestarikan Budaya Separoki St Yosef Delitua

Redaksi - Senin, 29 Mei 2023 10:19 WIB
249 view
Meriah, Festival Paduan Suara Memuliakan-Nya dan Lestarikan Budaya Separoki St Yosef Delitua
(Foto: Tangkapan Layar Facebook)
Penari Etnik: Sebagian penari etnik pada Perayaan Paskah Separoki St Yosef Delitua, Minggu (28/5), dipusatkan di Lapangan Taduk
Deliserdang (SIB)
Perayaan Paskah Separoki St Yosef Delitua, Minggu (28/5), berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan di akhir masa Paskah tersebut dipusatkan di Lapangan Tadukanraga Pasar Tiga Undian-Desa Tadukanraga Tanjung Morawa, Deliserdang.
Ketua Umum Ir Keleng Ate Ginting MKes berterima kasih sebab antusiasme massa yang rela berpanas-panas. Bahkan ketika hujan tetap patuh mengikuti kegiatan.
Ia menunjuk tema Roh Kudus akan Mengajarkan Segala Sesuatu Kepadamu (bdk Yoh 14: 26) dan subtema Roh Kudus Diberikan untuk Menuntun dan Menyertai Kita agar Ikut Serta dalam Melanjutkan Karya dan Penebusan Kristus sebagai penguatan pada seluruh warga Katolik khususnya yang hadir.
Usai acara pokok yang diisi Sakramen Krisma sebagai penguatan kepada 181 jiwa dilanjutkan dengan Festival Paduan Suara.
“Kegiatan dimaksudkan menambah bobot kualitas dalam memuliakan-Nya saat mengisi kebaktian pun dalam upaya menambah kualitas tim pengidung yang masuk dalam kelompok paduan suara di gereja tiap stasi di lingkungan Paroki St Yosef Delitua,” ujar Ketua Panitia Lokal Jenis Rajagukguk unsur Ketua Parholongan Siregar, Sariman Gultom dan Justinus Ginting. Sekretaris Jumat Barus, Rafael Pandapotan Sidabutar, Abner Barus dan Srilinda Wati Perangingangin. Bendahara Rehulina br Tarigan, Ciptariani br Tarigan, Magdalena br Barus dan Evelina br Munthe serta tokoh Katolik Jerri Mawuntu.
Festival dibagi dalam empat kelompok. Disesuaikan dengan usia dan kategori. Menghemat waktu, peserta dibagi dalam dua pentas yang berada di satu lapangan. Meski di lokasi terbuka dan ditimpa suara sound, masing-masing kelompok memiliki kualitas suara mumpuni. “Semangat yang tinggi,” ujar Fiscer Lingga, satu juri untuk kategori A.
Sama seperti lomba, kegiatan ikut melestarikan budaya. Dimulai dari prosesi. Barisan misdinar dan imam pemimpin ibadah, disambut 20 penari etnik yang didominasi Toba. Di barisan lain, tak sedikit berbusana Karo.
“Ini adalah ibadah peneguhan yang sangat menguatkan,” ucap Sie Liturgi Rp Franciscus Radiaman Purba OFMCap dan Sanggup Peranginangin, bersama Koordinator Sie Dana Selamat Ginting. (Facebook/Instagram/R10/a)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru