Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Vintage Glasses Bahagia Eksperimen Rock “Invasi Batas Utara” Diapresiasi Publik

Redaksi - Minggu, 13 Agustus 2023 17:58 WIB
587 view
Vintage Glasses Bahagia Eksperimen Rock “Invasi Batas Utara” Diapresiasi Publik
(Foto: Ardi Bento/a)
Showcase Vintage Glasses: Showcase Vintage Glasses di SeRuang Kitchen & Beverage Jalan Raja Sisingamangaraja XII (sederet dengan ex Garuda Plaza Hotel) Medan, Sabtu (12/8) diapresiasi publik. Apalagi band yang juga memroduksi film itu ta
Medan (SIB)
Vintage Glasses menggelegar dalam Showcase “Invasi Batas Utara” di Seruang Kitchen & Beverages Medan, Sabtu (12/8). Pertunjukan lain dari biasanya tersebut adalah “pemanasan” band bergenre rock itu jelang tur konser di Bali. Berpersonel fresh, Nico pada bass dan Jose di drum, Irhas Triputra Nugroho dan Novriyadi Tari Fahlevi membuka komunikasi dengan audiens.
Mereka langsung ngegas dengan raungan musik dan suara vokalis yang karang. Mengintervalkan penampilannya, Vintage Glasses sharing pengalaman bermusik. Mulai dari didirkan hingga tiarap tanpa aktivitas ketika pendemi Covid-19. “Kami bersyukur masih open mic seperti malam ini,” tambah pria yang disapa Aas tersebut.
Meski tak ada lagu baru ditampilkan, tapi suguhannya diapresiasi publik. Ciri khas pekikan suara Opi menjadi keistimewaan. Apalagi dengan genre stoner rock dan hardrock yang menjadi ciri khas Vintage Glasses.
Selain membawakan lagu yang ada di album “Invasi Batas Utara” ditampilkan juga nukilan lagu dari mini album "Rock Teenagers Rebellion” yang dirilis 2015. “Banyak juga lagu yang ada unsur di luar rock. Inilah kami,” tambah Aas.
Pria yang berprofesi dokteritu bersikukuh memertahankan ciri bandnya sebagai bagian dari eksplor suara Opi. “Kadang saya jahat. Menciptakan lagu di mana Opi dengan cirinya, harus terus teriak-teriak. Tapi tetap merdu kok,” tambah putra dokter bedah kenamaan dr Ilham Budiono SpB tersebut.
Opi mengaku membawakan lagu karya Aas nyaman-nyaman saja. “Bahkan, bila lagu dengan nada tinggi, saya harus membawakan lebih tinggi lagi. Dinamianya ya di situ itu...,” ujarnya.
***
Perjalanan Vintage Glasses adalah keistimewaan. Bermula dari hobi di luar musik. Personelnya memiliki hobi masing-masing yang menyatu dalam satu komunitas. Didasari banyak kecocokan, dibentuklah kelompok musik. Kemudian lahir “Rock Teenagers Rebellion” yang dirilis tahun 2015.
Lagu tersebut dibukukan dalam kaset dan vinyl juga dipublikasi dalam bursa digital seperti di Spotify. “Vintage Glasses tidak produktif kebanding band yang berada di jantung industri hiburan seperti di Jawa. Tetapi, apresiasi yang kami dapat di luar ekspektasi. Bila konser di luar kota, fans kok hapal lagu-lagu kami. Seperti di Tarutung dan kota tetangga Medan. Massa terpuaskan. Ini tentunya membahagiakan,” tambah Aas.
Jelang pertunjukan di Bali, Nico mengaku tak ada persiapan khusus. Konser-konser jelang keberangkatan tetap dilakukan. “Harus jaga kesehatan. Harus prima. Soalnya warga Bali dikenal penikmat musik dengan taste tersendiri,” ujar bassist yang bersorot mata tajam familiar tersebut.
Di Pulau Cinta, Vintage Glasses diagendakan tampil di kelab eksklusif di Denpasar serta di 4 kota berbeda. “Tur di Pulau Dewata dimulai 15 Agustus 2023. Terima kasih pada Super Music yang ikut memfasilitasi kami ke Bali,” tutup Aas. (Podcast YogiG /R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru