Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Hana Kaban Tertantang Akting Film Etnik

Redaksi - Jumat, 25 Agustus 2023 10:30 WIB
1.001 view
Hana Kaban Tertantang Akting Film Etnik
(Foto: Gegeh Persada Film)
Akting Hana Kaban: Akting Hana Kaban (kanan) yang mengeksplor kemampuan serta pemahaman kekayaan etnik yang dituangkan dalam &l
Berastagi (SIB)
Syuting “Perik Sidua-dua” memasuki bagian menarik. Film yang diangkat dari lagu hits lagu dengan judul serupa itu bergenre romantais tapi memiliki makna istimewa yakni memromosikan destinasi wisata eksotik berbasis etnik.
Hana br Kaban, satu dari puluhan artis yang berakting untuk film layar lebar itu, tertantang berlakon di film etnik tersebut. “Ada nilai manusiawi tapi sebagai tanggung jawab sebagai bagian dari pembangunan bangsa di mana saat ini sedang fokus di industri pariwisata,” ujar perempuan aktris utama di film yang diproduksi Gegeh Persada Film tersebut.
Film menceritakan perempuan Karo (Sijilena) yang sejak awal ingin menjadi guide tapi ditentang keluarga karena pekerjaan itu dianggap tabu, akhirnya cita-citanya kesampaian.
Cita-citanya itu tercapai setelah tantenya yang pengusaha komoditas menyuruh perempuan itu menemani sahabatnya seorang pria asing yang ingin melihat dampak erupsi Gunung Sinabung di Karo. Hingga akhirnya mereka membuka usaha travel. Tapi usaha mereka kandas karena Covid-19 dan sang pria asing kembali ke negaranya.
Perpisahan ternyata membuahkan kerinduan dan kasih sayang antara keduanya. Tapi rasa cinta antara keduanya tak mulus, banyak hambatan dari keluarga yang menginginkan menikah dengan saudara.
"Film ini sudah dipromosikan dan menggelar casting pemain dan mencari lokasi syuting lewat program Tour The Karo Vulcano Park di berbagai wilayah wisata pada Desember 2022 hingga April 2023 dan produksi untuk film layar lebar dimulai pada 2 Juni hingga 16 Juli 2023," ujar produser film Perik Sidua-dua, Benson Adi Saputra Kaban via pesan singkatnya, Kamis (24/8).
Menurutnya, film yang disutradarai Agus Susilo itu, memberi kesemaptan pada bakat akting dari daerah. Sesuai judul, syuting dilakukan di daerah wisata di sekitar Danau Toba dari wilayah Karo.
Meski memakai talenta lokal, tapi pemain melalui seleksi. Pariatografi Teater digelar untuk menegaskan bahwa aktor-aktor “Perik Sidua-dua” dilatih dengan basic teater. Ada proses peleburan metode dan cara kerja antara sinema dan teater dalam produksi film itu.
Selain itu, penetapan lokasi syuting pun didahului studi yang melibatkan pakar dan pelaku industri pariwisata.
Keterlibatan pemain lokal itu diharapkan membuat kerinduan penonton bioskop dengan film Indonesia dan sentuhan kebudayaan bisa terobati, khususnya bagi warga suku Karo yang diperkirakan berkisar 2,5 juta orang. Seluruh aktor utama dan aktor pendukung yang diisi oleh wajah-wajah baru dan merupakan bibit lokal potensial dilatih secara intens oleh Teater Rumah Mata. "Ini memang film bioskop pertama yang diproduksi Rumah Produksi Gegeh Persada Film, tapi ada film pendek tentang Asal Muasal Puteri Hijau yang sudah diproduksi bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga," tambahnya.
Eksekutif produser Iwa Brahmana menyebutkan, terapan efek domino dari pasca penayangan film Perik Sidua-dua itu akan menggeliat ke sektor wisata alam, pertanian dan budaya.
Begitu juga sektor ekonomi kreatif serta semakin menstimulasi produksi film-film lokal untuk mempromosikan keunikan dan kekhasan daerahnya. Caranya adalah mengemas promosi desa atau wilayah lokasi-lokasi shooting menjadi salah satu tujuan wisatawan juga memperkenalkan hasil alam serta budayanya sejalan dengan kampanye peningkatan ekonomi daerah-daerah yang harus diketengahkan. (Podcast Gege Perkasa Film/Antara/Facebook Benson Kaban/R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru