Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Nova Florentina Tuangkan Perjalanan Religi Padre Pio pada Seni

Redaksi - Minggu, 24 September 2023 19:05 WIB
262 view
Nova Florentina Tuangkan Perjalanan Religi Padre Pio pada Seni
Foto: Ist/harianSIB.com
Nova Florentina Ambarwati
Medan (SIB)
Ragam genre seni dilakoni Nova Florentina Ambarwati. Mulai dari seni tari, seni suara hingga ngemsi. Misalnya di acara yang dihelat Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah (LP3KD) Sumut yang memosisikannya sebagai pembawa acara. Termasuk berkidung.
Sejak muda, perempuan kelahiran Medan, 20 Juni 1982 tersebut menunjukkan kemampuan seni. Itu sebabnya selalu tampil di acara-acara yang dilakoninya. Pada puncak perayaan pesta Pelindung Paroki St Padre Pio 2023 di Aula Biara Kapusin Emmaus, Nova beroleh peran di belakang layar.
“Ada momennya karena waktunya Tuhan adalah yang terbaik,” ujarnya menukil lirik lagu favoritnya, “Waktu Tuhan Pasti Yang Terbaik”.
Ia menyemangati diri dengan bercermin pada perjalanan religi Padre Pio. “Semua santa dan santa menjadi teladan kehidupan orang Katolik,” tegasnya mengenai iman yang memiliki nama lahir Francesco Forgione tersebut.
Sejak kanak-kanak, Francesco telah menunjukkan tanda-tanda kesalehan yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia menyerahkan dirinya untuk Tuhan Yesus yang diformulasikan dengan berdoa dan tak pernah alpa ke gereja.
Ia dapat melihat dan bercakap-cakap dengan malaikat pelindungnya, juga dengan Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Ketika berumur 10 tahun, Francesco mengalami panggilan untuk menjadi seorang imam dan ia menyatakannya kepada kedua orangtuanya. Orangtuanya lalu pergi kepada komunitas Capuchin di Morcone, 13 mil di utara Pietrelcina, untuk menanyakan kesediaan mereka menerima Francesco. Francesco diterima, namun sebelumnya harus menempuh pendidikan lebih tinggi di sekolah umum. Karena itu, ayahnya pergi ke Amerika untuk bekerja, agar dapat membiayai guru untuk mendidik Francesco. Akhirnya di usia 15 tahun, Francesco masuk biara Capuchin. Ia mengambil nama Pio, untuk menghormati St. Pius V, Santo pelindung Pietrelcina. Ia dipanggil dengan sebutan Fra (bruder), sampai ditahbiskan menjadi imam.
Pio (bahasa Italia sama artinya dengan Pius) mendarmabaktikan kehidupannya dengan melayani sesama. Setelah dianugerahi beatifikasi pada tahun 1999, ia dikanonkan Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 16 Juni 2002.
Puncak perayaan pesta pelindung Paroki Santo Padre Pio 2023 dengan Ketua Panitia Crimson Sitanggang dan Sekretaris Erika Sihombing dengan pengundang Ketua Pelaksana DPP Darwin Manalu dan Pastor Paroki RP Hilarius Kemit OFMCap. (Instagram /Facebook /R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru