Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Asmara Dua Budaya Herman Kamil Tarigan

Redaksi - Rabu, 27 September 2023 14:04 WIB
381 view
Asmara Dua Budaya Herman Kamil Tarigan
(Foto: Dok Komite Independen Batak /Octavianus Hutahaean/a)
Dialog Kritis: Herman Kamil Tarigan (kanan) membuka dialog kritis dengan nara sumber  P&I Correspondent Capt T
Deliserdang (SIB)
Herman Kamil Tarigan sharing pengalaman asmara ketika masih “nomaden”. Berkelana dari satu pelabuhan ke persinggahan lain di negara berbeda. Saat itu ia masih menjadi pelaut antarbenua dengan basecamp di Kualalumpur, Malaysia.
Posisi sebagai pelaut beda dari pekerja migran Indonesia karena strata sosial berbasis kinerja sangat fluktuatif. “Soal salary memang melebihi cukup. Tapi mengenai keluarga bagaimana? Kita hidup dan mencari nafkah kan bukan untuk diri sendiri,” ujar pria yang menjabat Kepala Bidang Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjungberingin Deliserdang itu di D'Prima Hotel Kualanamu, Selasa (26/9).
Ketika masih sebagai pelaut, apapun yang diinginkan, dapat diperoleh. Termasuk percintaan. “Tetapi, kebahagiaan tak dapat dibeli. Itulah mengapa saya berhenti,” ceritanya. Namun alasan utama adalah mengukuhkan kisah kasihnya dengan seorang berdarah Melayu yang sekarang diperistrinya.
Setop menjadi pelaut, ia sempat menganggur. Coba melamar kerja, banyak yang memberi kesempatan tapi ia ingin pekerjaan tetap dan melamar menjadi ASN. Hasratnya tercapai tatkala diterima di pekerjaan yang berurusan dengan industri kebaharian.
Meski sama-sama berbasis air, beda sekali kondisinya. Sebagai pelaut bekerja dan menerima gaji maksimal. Di profesi kesyahbandaran menghadapi banyak persoalan yang muaranya mengenai profesi. “Tetapi saya mendapat kebahagiaan hakiki. Membantu dan berhasil menegakkan peraturan sesuai perundang-undangan,” simpulnya seusai mengikuti Bimbingan Teknis Tata Cara Pengujian, Pemeriksaan dan Sertifikasi Keselamatan Kapal.
Di kegiatan tiga hari yang dibuka Kepala Syahbandar Utama Belawan Revalindo melalui Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Capt Heru Hernawan MMar MM dengan ketua panitia Capt Benyamin R Arcinius Sidjabat SSiT MH MMar itu ia menanggapi kritis paparan Direksi PT Nusapandi Maritim Daniswara Capt Tagor Aruan yang juga P&I Correspondent sesuai pengalaman. “Saya mendapat pelajaran tentang hak dan tanggung jawab industri kebaharian, termasuk tentang crew dan kapal serta pemiliknya,” tutupnya. (Twitter /Instagram /R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru