Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Gala Premiere “Perik Siduadua” Bertepatan dengan Sumpah Pemuda di Bandung

Redaksi - Rabu, 11 Oktober 2023 18:29 WIB
371 view
Gala Premiere “Perik Siduadua” Bertepatan dengan Sumpah Pemuda di Bandung
(Foto: Dok Rumah Produksi Agro Gegeh Persada)
Sosialisasi “Perik Siduadua”: Produser “Perik Siduadua” Benson Kaban bersama Analgin Ginting sang found
Jakarta (SIB)
Benson Adi Saputra Kaban mengatakan, gala premiere “Perik Siduadua” diadakan di Bandung pada Sabtu, 28 Oktober. Pemilihan lokasi dan tanggal memiliki makna idealisme. “Pertama, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. ‘Perik Siduadua’ adalah film yang mengetengahkan nasionalisme anak muda yang memromosikan destinasi wisata prioritas ke nasional bahkan internasional. Kedua, Bandung adalah kota kelahiran lagu yang kemudian menjadi judul film. ‘Perik Siduadua” ciptaan Rahmatsys Barus,” ujar produser dari Rumah Produksi Agro Gegeh Persada.
“Film juga menunjukkan pada publik bahwa di Karo Simalem ada Tour The Karo Vulcano Park yang indah,” tambahnya.
Menjelang pemutaran perdana terbatas, lanjutnya, pihaknya menemui sejumlah tokoh nasional yang memiliki emosional erat pada Tanah Karo. Seperti Barata Brahmana yang memberi dukungan maksimal.
“Untuk sosialisasi ‘Perik Siduadua’ sejumlah pihak memberi atensi. Seperti Analgin Ginting sang founder Chanel Youtube Cadas "Cakap-cakap Cerdas" dan Putri Bumi Indonesia 2023 Wenda Yunita Tarigan.
“Tokoh nasional hingga kaum muda mengapreasiasi produksi ‘Perik Siduadua’ karena tak sekadar tontonan tapi memiliki semangat memajukan hampir seluruh genre dalam mendukung industri kepariwisataan,” tambah Benson Kaban di Sarinah Jakarta, Selasa (10/10) di jeda pertemuan dengan pada pesohor muda tersebut.
Film mencatat sejumlah keistimewaan. Dari sisi artis, sebagai film yang paling banyak melibatkan artis lokal. Kasting pun dilakukan di banyak lokasi dan mendapatkan pemain daerah. Seperti dari Aceh, Serdang Bedagai, Karo, Deli Serdang, Langkat, Binjai, Medan, Pematangsiantar, Tebingtinggi dan Langkat. “Bahkan aktor utamanya adalah pria Karo yang menetap di Belanda," tutup Benson Kaban. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru