Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Pengidung dan Sumatera Berdoa untuk Perdamaian Timur Tengah

Redaksi - Minggu, 15 Oktober 2023 09:27 WIB
527 view
Pengidung dan Sumatera Berdoa untuk Perdamaian Timur Tengah
(Foto: Dok Sumatera Berdoa)
Pengidung: Pengidung dan pendoa untuk kedamaian dunia khususnya Yerusalem. Di antaranya Wati Simamora, shofar Lina Veronika Sih
Medan (SIB)
Sumatera Berdoa, Jumat (13/10), mengadakan Ibadah Pengucapan Syukur Ulang Tahun Pengurus Sumatera Berdoa ke-3 Periode 2020 - 2023 di satu rumah makan sohor di Medan. Di antara lima puluhan pendoa, hadir gembala senior seperti Pdt Dr Paul F Wakkary, Pdt Dr Robert Benedictus yang Ketua Sumatera Berdoa, Sekretaris Wati Simamora, Bendahara Rudy Waty dari Mawar Sharon Sun Plaza, Ev Anche Colia, Ps Donald Wakkary, Kol Purn Bachtiar Sonar Siregar, Pdt Jhonny Seragih yang pengelola Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Pusat Rehabilitasi Korban Narkoba Bukit Doa, di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang serta gembala-gembala jemaat dan sinode ragam gereja.
Pdt Robert Benedictus mengingatkan bahwa peringatan tiga tahun pengabdian hanya sebagai penanda sebab yang dibutuhkan adalah bagaimana Sumatera Berdoa berguna dan dirasakan serta menginspirasi positif warga gereja. “Tak hanya oleh warga gereja tapi yang percaya agar Sumatera Berdoa menjadi lorong semakin memuliakan-Nya, Tuhan kita yang Anak Allah, Tuhan Yesus Kristus,” ujar dosen doktoral di sekolah pasca sarjana terkemuka tersebut.
Pengkhotbah dan pengidung antarbenua itu berharap pengurus khususnya para pengidung semakin keras dan berupaya melakukan yang terbaik. Harapannya, Sumatera Berdoa juga ingin menjadi bagian solusi terkait ekonomi. “Seperti saat pandemi Covid-19, Sumatera Berdoa semaksimalnya melakukan yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Tak hanya bagi warga gereja, tapi seluruh masyarakat. Itu bagian dari langkah merangkul orang semakin percaya,” tambah Pdt Robert Benedictus.
Ia juga menyinggung kondisi terkini di Timur Tengah berhias serangan Hamas pada Israel. “Kita berdoa untuk perdamaian semua orang. Doa melawat semua,” tutupnya.
Usai jamuan dan bermadah bersama, Wati Simamora mengedarkan tema doa terkait harapan perdamaian di Timur Tengah.
Dosen di Unversitas Sari Mutiara dan pendamping generasi muda Nias dalam memuliakan-Nya itu menegaskan tentang topik utama doa. “Berdoa untuk Damai di Yerusalem & Timur Tengah,” ujar Wati Simamora.
Doa syafaat itu, menurutnya, ditujukan bagi hamba-hamba Tuhan, para pendoa syafaat, fasilitator doa di seluruh wilayah khususnya yang berwadah dalam Jaringan Doa Nasional. Ia mengutip Maz 122:6-7 sambil mengutip kidung. “Rendahkanlah hati kita,” tegasnya didampingi peniup shofar Lina Veronika Sihombing, Ny Maria Benedictus, Sarah Katarina Dopen, Rimbun Simatupang dan Ledi Panjaitan.
Nats tersebut dikidungkan Wati Simamora: Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa; Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu dan sentosa di dalam purimu. “Kesejahteraan Yerusalem berdampak bagi kesejaheraan dunia,” tutup Wati Simamora. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru