Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Kidung “Adoremuste Iesu Christie” Antar Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 Medan ke Grandprix Round

Redaksi - Minggu, 12 November 2023 19:17 WIB
759 view
Kidung “Adoremuste Iesu Christie” Antar Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 Medan ke Grandprix Round
(Foto: SIB /Oki Lenore)
Trofi: Kepala SD Santo Yoseph 1 Medan Rikardo Sinaga SPd mengangkat trofi Winner of Children Choir untuk Pueri Dei Chorale SD S
Bandung (SIB)
Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 Medan ikut dalam International Bandung Choir Festival, 8 - 11 November di Univ Prahyangan Bandung.
Paduan suara anak-anak itu baru pertama ikut kompetisi tapi mengukir prestasi. “Muncul sebagai Winner of Children Choir meraih nilai sempurna, 87,05,” ujar Kepala SD Santo Yoseph 1 Medan Rikardo Sinaga SPd yang fokus mendampingi anak didiknya sejak proses penggemblengan hingga pertandingan di ibu kota Jawa Barat.
Di Grandprix Round, paduan suara dilatih konduktor Hendra Fisher Lingga itu berebut tempat paling terhormat bersaing dengan choir kenamaan Tanah Air. Mulai dari PSM Cantate Domino, PSM Universitas Gajah Mada, Vocalista Harmonic ISI Yogyakarta, Al Azhar 13’s Euphenia dan 5 kelompok terbaik dari seluruh kategori yang dipertandingkan.
Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 bertanding dengan paduan suara profesional? Di babak ini ada PSM Cantate Domino, misalnya. Paduan suara tersebut harum namanya bahkan mengadakan konser terbesar di Bandung di jeda mengikuti perlombaan. “Iya, bocah Medan bertanding dengan profesional dunia di bidang paduan suara! Siapa takut,” ujar Hendra Fisher Lingga. “Tidak ada persiapan khusus. Yang penting menjaga mental anak-anak,” ujar coach yang berulang kali membawa harum nama Indonesia di manca negara tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Janes Sihotang SAg yang kemudian menyusul ke Bandung, mendampingi personel Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 Medan. “Tentunya dikuatkan oleh doa-doa. Mendampingi agar mentalnya tetap terjaga. Soalnya, seperti diutarakan Pak Rikardo Sinaga, masuk ke grandprix round adalah bonus. Target sebagai pemenang, sudah tercapai,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, International Bandung Choral Festival 2023 ke 3, diikuti choir dari 9 negara. Yakni Indonesia, Philippine, Malaysia, Cambodia, Thailand, Amerika Serikat, Singapore, Sri Lanka dan Austria. Gelaran kerjasama antara Badan Nasional Narkotika (BNN) RI itu dinilai 10 juri yang profesional. Seperti Tommyanto Kandisputra (Indonesia), Susanna Saw (Malaysia), DR Peral Sangkuan dan DR Paul D Head (USA), Catharina Leimena (Indonesia), Soundarie David Rodrigo (Srilanka), Mark Anthony Carpio (Philipina), Daud Kosasih (Indonesia), DR Zechariah Goh (Singapura) dan Kittiporn Tantrarungproj (Thailand).
Pranata Humas Ahli Muda Biro Humpro Settama BNN RI Melani Ratna Sari mengatakan, festival memiliki tujuan mulia. Selain menyosialisasikan bahaya narkotika ilegal juga untuk terus mendukung perkembangan paduan suara Indonesia.
“Festival ini dilengkapi dengan berbagai aktivitas sosial, edukasi, konser persahabatan dan kolaborasi untuk menstimulasi komunikasi dan membangun persahabatan antar penyanyi, antar paduan suara Indonesia dan dunia,” ujarnya didampingi Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Jawa Barat, Tri Wahyu Astuti.
***
Kembali ke Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 Medan. Ikut festival tak semata untuk lomba tapi demi memuliakan-Nya. Seperti diutarakan Ketua Yayasan Don Bosco KAM Romo Yuki Hartandi CDD yang berdoa khusus demi keberhasilan anak didik binaannya.
“Sesuai nama yang kalian pakai, paduan suara ini adalah anak-Nya. Artinya, semakin keras memuliakan-Nya maka akan semakin kuat iman percaya pada Yesus Kristus dan berhasil menang,” ujarnya.
Lagu yang dibawakan pun berisi memuliakan-Nya. Seperti “Adoremuste Iesu Christie” sebagai kidung memuliakan-Nya. Kidung tersebut sakral dan dibawakan dalam prosesi Jalan Salib warga Katolik. Lagu lain adalah “Sengko Sengko” sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan seni leluhur etnis Toba.
Ke kompetisi, Pueri Dei Chorale SD Santo Yoseph 1 Medan menyiapkan sejumlah lagu yang sudah dibawakan dalam konser di Medan. Seperti “Tanah Airku” dan “Biar Anak Anak Datang Kepada-Ku”. Khusus untuk lomba adalah lagu “Taman Bunga” dan “Sengko Sengko” yang unggul dari sisi koreografinya.
Ketua Panitia Keberangkatan Agustinus Purba S Kom berterima kasih pada partisiapsi semua pihak hingga dapat ikut kompetisi. “Peran serta orangtua siswa sangat menentukan. Termasuk langkah ke depan,” tegasnya.
Rikardo Sinaga berterima kasih pada Ketua Yayasan Don Bosco KAM Romo Yuki Hartandi CDD, Kadisdik Medan diwakili Kabid Ketenagaan Mujiono SE dan Pengawas Pendidikan Medan Polonia - Maimun, Andy Yudhistira SPd MPd. “Prestasi yang diraih adalah berkah dan dukungan selanjutnya adalah bagaimana memertahankannya,” tutupnya. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru