Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026
Workshop Ship Insurance Liability Based International Provisions

Capt Tagor Aruan: Perairan Laut di Sumatera Simpan Potensi Insiden Kapal

Redaksi - Jumat, 17 November 2023 10:36 WIB
523 view
Capt Tagor Aruan: Perairan Laut di Sumatera Simpan Potensi Insiden Kapal
(Foto: Dok Komite Independen Batak)
NARASUMBER: P&I Correspondent London Capt Tagor Aruan menyampaikan paparan dalam dalam Workshop Ship Insurance Liability Based International Provisions bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Batam (SIB)
Perairan laut di Indoensia, khsuusnya di Sumatera, istimewa yang beririsan dengan jalur sibuk nasional dan internasional berpotensi terjadi insiden atau kecelakaan kapal. Jika itu terjadi, risiko kerugian materi sangat besar di hadapan. Menguranginya, para pemilik kapal, termasuk awal kapal, disarankan ikut asuransi.
Demikian diutarakan Business Development Director PT Nusapandi Maritim Daniswara, Capt Tagor Aruan yang juga P&I Correspondent London di Indonesia, Kamis (16/11) dalam Workshop Ship Insurance Liability Based International Provisions bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Batam. Kegiatan yang diadakan Kementerian Perhubungan c.q. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut itu diadakan Selasa - Jumat (14 - 17/11).
Menekan kerugian yang dialami pemilik kapal dan awaknya, sarang Capt Tagor Aruan, harap ikut asuransi. Tetapi, menjadi anggota Klub P & I jauh lebih ‘menguntungkan’ sebab tidak bertindak seperti asuransi dengan membayar premi tapi memiliki tanggung jawab kebersamaan.
“Koresponden bertindak sebagai perwakilan lokal Klub P&I dan fungsi utamanya adalah menangani berbagai masalah yang mungkin dihadapi anggota pemilik kapal ketika kapalnya berada dalam yurisdiksi tempat koresponden berada,” tegasnya sambil mengurai koresponden bukan sebagai agen yang diharapkan berperan sebagai Klub P&I menyangkut nakhoda kapal dan anggota.
“Koresponden akan menangani klaim dan memecahkan masalah, baik klaim tersebut akan menimbulkan klaim yang tercakup dalam aturan P&I Club atau tidak. Untuk menangani permasalahan tersebut, ia mungkin perlu meminta bantuan ahli lokal seperti surveyor, pengacara dan profesional lainnya,” tambahnya.
Dalam hal jika terjadi insiden, lanjutnya, melibatkan otoritas lokal seperti Syahbandar serta pihak-pihak yang berhubungan erat dengan industri maritim. “Klub P&I menjadi ‘mata dan telinga’ klub dan memberikan informasi relevan mengenai perubahan apa pun terhadap undang-undang setempat atau persyaratan undang-undang dan memberi nasihat tentang tren klaim apa pun yang diketahui oleh koresponden,” tegasnya.
Ia mengulang, pencegahan kerugian adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Klub P&I dan koresponden mempunyai peran yang sangat berharga dalam memberi nasihat kepada Klub mengenai masalah-masalah tersebut.
Kecelakaan laut dalam jumlah besar jelas menjadi perhatian utama baik bagi anggota maupun Klub dan kecepatan respons sangat penting untuk penyelesaian masalah yang efektif. Meskipun pemilik dan kapal kini diwajibkan untuk mempunyai rencana tanggap terhadap bencana atau korban besar, Klub dan korespondennya juga harus mempunyai perlengkapan yang sama. Setiap kantor koresponden harus mampu merespons secara efektif dan efisien terhadap setiap korban jiwa yang mungkin timbul di wilayahnya.
Seminar dibuka Direktur KPLP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut RI, Jon Kenedi MMar Eng MM yang menegaskan mengenai potensi insiden di perairan dan harus sesegera ditangani guna mengantisipasi tidak terjadi insiden lanjutan dampak dari kejadian.
“Utamanya adalah wreck removal yang wajib diberlakukan. Perlu adanya jaminan asuransi atau kerja sama dengan perusahaan asuransi yang memiliki dasar hukum yang sah sebagaimana diatur dalam Konvensi Internasional Nairobi tentang Penyingkiran Kerangka-Kapal, 2007, yang mengatur kewajiban asuransi wreck removal,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Sugeng melaporkan, kegiatan diikuti 62 perwakilan industri kemaritiman dan pemangku kebijakan dari seluruh Indonesia serta seluruh pegiat industri kemaritiman serta pejabat dilingkungan Kesyahbandaran / KPLP dari seluruh Indonesia.
“Tujuannya selain untuk menambah kualitas sumebr daya mansuia (SDM) juga sharing pengalaman dari pihak terkait industri kemaritiman. Termasuk dari Capt Tagor Aruan sebagai praktisi industri kemaritiman dan P&I Correspondent London,” tambah pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pekerjaan Bawah Air, Direktorat KPLP, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut RI tersebut.
Nara sumber lain M Berly Sofyanto, ST AMIMar EST dari Marine Manager PT. Axis International Indonesia o/b PT Keselamatan & Keamanan Maritim Indonesia serta Budi Santoso dari PT Asia International Insurance Broker. Hadir di acara itu dihadiri sejumlah pejabat industri kemaritiman seperti Kasudit Pekerjaan Bawah Air Aprianus Hangky. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru