Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Kidung-kidung Penyejuk Hati Pdt Indahsari Karokaro

Redaksi - Sabtu, 18 November 2023 10:02 WIB
553 view
Kidung-kidung Penyejuk Hati Pdt Indahsari Karokaro
(Foto: Dok /Lina Veronika Sihombing)
Tokoh dan Pimpinan Agama: Ketua Sinode GKFI Pdt Dra Indahsari Karokaro MHum (kiri) bersama tokoh dan pimpinan agama yakni Ketua
Medan (SIB)
Ketua Sinode Gereja Kristen Filadelfia Indonesia (GKFI) Pdt Dra Indahsari Karokaro MHum khusyuk mengikuti Ibadah Bulanan Sumatera Berdoa di GPdI Ebenhaezer Medan, Jumat (17/11).
“Harapan saya, kidung yang bagian integral ibadah, tak semata sebagai pelengkap. Tetapi memberi keteduhan hingga hati menjadi sejuk,” ujarnya seusai ibadah dengan penyampai firman-Nya Ps Johnny Seragih dari Indonesia Harvest Church.
Perempuan aktivis buruh tersebut memastikan, kidung tak semata nyanyian tapi harus menginspirasi dan menjadi spirit kehidupan dalam memuliakan-Nya.
Ia menunjuk lagu favoritnya “Bersama Tuhan Melakukan Perkara yang Besar” sebagai penyemangat dan motivasi. “Sebab Allah telah membaut perkara besar bagi manusia. Yang fenomenal adalah manusia beroleh kemenangan dari dosa,” paparnya. “Jika bersama-Nya namun tetap seperti manusia kebanyakan, berarti harus ada revolusi dalam jiwa,” simpulnya.
Ia menunjuk nats Kejadian 1: 26 di mana manusia ditinggikan sesuai gambaran-Nya. Ejawantah dari semua itu, Pdt Indahsari Karokaro merealisir dalam perjuangannya memihak pada buruh. “Bukan cuma buruh, tapi semua individu cintaan-Nya,” tegasnya.
Sesuai posisinya sebagai kader Partai Buruh, ia merealisir 13 platform perjuangan partai. Mulai dari kedaulatan rakyat yang diikuti memberi jaminan sosial kesejahteraan pada warga.
“Mulai dari penyediaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi serta memberi jaminan sosial guna mempercepat upaya perealisir kesejahteraan. “Jaminan sosial itu mencakup jaminan kesehatan, jaminan hari tua yang bahagia dengan pensiun memadai serta seluruh hal terkait,” tegasnya.
Menurutnya, perkembangan dunia dengan segala problematikanya menjadikan individu semakin keras berjuang.
“Inflasi itu mengganggu sebab harga-harga naik tapi barang semakin minim tersedia. Di situlah negara harus ada dan menjamin kehidupannya dengan ketersediaan pangan,” paparnya. “Tetapi seperti tadi, harus tetap berpegang pada-Nya,” tutupnya. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru