Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Indigo dan Nuon Bersama Kemendag Dukung Startup Game Lokal Mengglobal

Redaksi - Jumat, 02 Februari 2024 16:23 WIB
313 view
Indigo dan Nuon Bersama Kemendag Dukung Startup Game Lokal Mengglobal
(Foto: Dok Aditya Pramudya)
Kolaborasi: Deputy EVP CX & Digitization, Fauzan Feisal; Senior Manager Indigo, Patricia Eugene Gaspersz; Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Miftah Farid; Chief Operation Officer Nuon pada penandatanganan kola
Jakarta (SIB)
Mempercepat pengembangan industri game (baca: gim) nasional dan mempersiapkan lebih banyak startup gim meraih pasar global, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Indigo dan Nuon Digital Indonesia (Nuon) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Ditjen PEN Kemendag).
Kolaborasi ketiga pihak ditandai penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) sebagai awal dari upaya meningkatkan kapasitas, kualitas dan daya saing pelaku industri gim nasional di pasar domestik maupun internasional.
Deputy EVP CX & Digitization Telkom Fauzan Feisal, Minggu (28/1), di Jakarta mengatakan, pihaknya sangat bersemangat membantu startup gim Indonesia untuk menjadi salah satu yang terbaik di industri gim.
Dalam kolaborasi ini, Telkom melalui Indigo berperan utama dalam melakukan inkubasi bagi startup digital dan pengembang gim. Inkubasi tersebut meliputi pendanaan, bimbingan, mentoring, fasilitas, dan akses modal bagi startup gim lokal yang terpilih oleh Indigo.
Sementara itu, Nuon, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang konten hiburan digital, bersama dengan Ditjen PEN Kemendag berperan dalam mempromosikan produk dan profil para startup melalui platform Ina Digi Export, termasuk mempromosikan industri gim Indonesia ke mancanegara melalui negara-negara perwakilan perdagangan yang dimiliki oleh Kemendag.
Direktur Utama Nuon Digital Indonesia, Aris Sudewo, mengatakan, kerja sama diharap bisa meningkatkan kapabilitas studio gim di Indonesia sehingga tidak hanya meraih pasar lokal, tetapi bisa masuk ke pasar regional dan pasar global.
Berdasarkan data Virtual SEA, Indonesia merupakan penyumbang gim terbanyak di platform Steam se-Asia Tenggara pada Januari 2024. Sebanyak 256 gim telah dibuat oleh pengembang tanah air. Pelaku gim Indonesia diharapkan tidak kehilangan peluang dengan terus meningkatkan kualitas dan daya saing untuk merebut pasar.
Direktur Jenderal PEN Kemendag Didi Sumedi pun menyebut industri gim harus inovatif adaptif dengan situasi pasar.
“Sama seperti produk fisik lainnya, industri gim harus bisa berinovasi sehingga adaptif dengan situasi pasar. Kita harus bisa menuangkan sesuatu yang tidak ada di negara-negara lain. Misalnya mengangkat cerita-cerita kearifan lokal kita yang sangat banyak ke dalam gim,” imbuh Didi.
Sejak didirikan pada 2013, program Indigo https://indigo.id/ telah menginkubasi dan mengakselerasi lebih dari 200 startup digital, 17 di antaranya merupakan pengembang gim lokal yang ada di Indonesia.
Melalui program Indigo, Telkom telah membuktikan diri sebagai bagian dari industri gim lokal yang memberikan kontribusi bagi PDB maupun lapangan pekerja di Indonesia. Produk dan layanan digital dari Leap Telkom Digital dapat dilihat di tautan berikut https://leap.digitalbisa.id/#products. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru