Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Meriah Nostalgia 99 Guitar Parade – Let`s Guitar Bass Speak

- Senin, 24 Maret 2014 12:11 WIB
1.891 view
 Meriah Nostalgia 99 Guitar Parade – Let`s Guitar Bass Speak
Sib/ist
Gitaris: Sejumlah musisi mengisi 99 Guitar Parade – Let`s Guitar Bass Speak di Merdeka Walk pada Sabtu, (22/3), mulai dari Herwin Kampusi, Okov sang gitaris Black Light dan vokalis New Chordex`s Iskandar Z Sembiring, Kevee Valhalla, pendiri C Man Band
Medan (SIB)- 99 Guitar Parade – Let`s Guitar Bass Speak di Merdeka Walk pada Sabtu (22/3/2014), berlangsung meriah. Kegiatan yang menampilkan sembilan puluh sembilan gitaris dan basis dari ragam latar belakang kelompok band di Tanah Air pun jadi ajang nostalgia musisi di Nusantara. Meski di awal kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB masih sepi dari penonton tapi selepas maghrib, ruangan lapang tersebut jadi sempit karena penikmat desak-desakan. Bahkan hingga pukul 23.00 WIB mendekati gong penutupan kegiatan, audiens makin menyemut.

Para musisi tampil di 5 panggung. Perhelatan bertajuk 99 Guitar Parade – Let`s Guitar Bass Speak yang ditaja MGC Production — sebuah rumah produksi di Medan — itu mengumpulkan musisi dari masa ke masa. Mulai dari Herwin Kampusi, sejumlah legenda rock di antaranya Okov sang gitaris Black Light dan vokalis New Chordex`s Iskandar Z Sembiring yang sempat kolaborasi untuk lagu Semut Hitam. Atau kehadiran Kevee Valhalla, pendiri C Man Band Erucakra Mahameru, Diurnanta Q dari Ed Alpha yang sempat mendeklarasi Rumah Kita.

Project Director 99 Guitar Parade – Let`s Guitar Bass Speak Tondi  mengatakan, kegiatan untuk menunjukkan pada publik bahwa musisi Medan menyimpan potensi yang dahsyat. Target panitia yang ingin kegiatan dimaksud dinikmati publik dan jadi tempat sharing bagi musisi, tercapai. Didampingi Media Relation Coordinator Diurnanta Qelanaputra, Tondi bilang iven 99 Guitar Parade idenya berasal dari Okov sang gitaris Black Light, band rock ternama Medan di era 90-an.

Sejumlah kelompok yang tampil dipatuk tampil maksimal 10 menit  atau 2 lagu. Secara bergilir tampil di panggung utama dan 4 panggung mini dengan soundsystem di main stage 20 ribu watt plus lighting.  Tetapi, sakign asyik dan atas permintaan penonton, ada musisi yang tampil berulang dan jamming sesama pemusik.

Tak mengurangi kemeriahan kegiatan, sejumlah gitaris dan basis dari Medan yang sudah melanglang, tidak hadir seperti Asep yang kini berkiprah di Eropa dan dicap sebagai Jimi Hendrix Indonesia.

Tondi menegaskan, memerhatikan keberhasilan kegiatan yang didukung Medan Guitar Family, Medan Guitar Jammin`, Youth Jazz Community, Medan Blues Society7, Bass Komed, Medan Drums Foundation, Brother`s Music serta Mita Enterprise tersebut pihaknya berkeinginan melakukan hal serupa di kemudian hari.(R9/ r)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru