Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Staf Pidsus Kejari Simalungun dan Warga Terseret Arus Sungai Silau di Kisaran

Martohap Simarsoit - Kamis, 03 Juli 2025 14:04 WIB
12.947 view
Staf Pidsus Kejari Simalungun dan Warga Terseret Arus Sungai Silau di Kisaran
Ist/SNN
Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting
Medan(harianSIB.com)

Saat menjalankan tugas pemanggilan untuk pemeriksaan, seorang staf Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, bersama seorang warga, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Silau di kawasan Jalan HM Yamin, Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (2/7/2025) sore.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Adre W Ginting SH MH yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/7/2026), membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan saat ini masih dalam pencarian.

"Kita sangat menyangkan insiden ini. Sejak terjadinya peristiwa, Rabu (2/7/ 2025), Kejari Simalungun dan Kejari Asahan, bersama tim BPBD dan tim SAR Kabupaten Asahan serta Kodim, Polres melakukan pencarian," ungkap Adre Ginting dalam pesan singkatnya.

Bahkan saat ini, lanjuti dia, tim kejaksaan dan instansi terkait sedang berkordinasi dengan BPBD Provinsi Sumut untuk melakukan pencairan.

"Kami memohonkan juga bantuan masyarakat sekitar lokasi kejadian itu. Kami berharap agar pegawai kejaksaan dan warga yang tenggelam se segera mungkin ditemukan," ujarnya.

Adre Ginting menjelaskan, pegawai Kejari Simalungun pergi ke daerah itu adalah dalam rangka pemanggilan untuk pemeriksaan tahap penyidikan, terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penyalahgunaan Anggaran Dana Desa/APBDes pada Nagori Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2024.


Dikabarkan, peristiwa itu bermula saat tim dari Kejari Simalungun menjemput dua orang saksi ke Kafe Pinggir Sungai (KPPS) untuk keperluan pemeriksaan di kantor kejaksaan. Dua saksi tersebut adalah Pangulu Banjar Hulu berinisial K dan Bendahara Nagori berinisial BSS.

Saat proses penjemputan berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB, Pangulu K diduga mencoba melarikan diri dengan cara nekat melompat ke sungai. Melihat hal itu, adik dari pemilik kafe bernama Fahri ikut melompat ke sungai untuk menolong.

Namun upaya penyelamatan justru berujung petaka. Fahri tak mampu bertahan di arus sungai yang deras. Salah seorang staf Pidsus bernama Reynanda Primta Ginting (26), warga Kabupaten Karo, ikut melompat untuk membantu. Sayangnya, baik Fahri maupun Reynanda ikut terseret arus dan hingga kini belum ditemukan. Sementara saksi pangulu berhasil diamankan.

Setelah kejadian, Kejari Simalungun berkoordinasi dengan Kejari Asahan dan memanggil tim SAR Kabupaten Asahan. Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 18.24 WIB. Sementara itu, K kemudian dibawa ke kantor Kejari Asahan untuk diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru