Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Mengapa Gigitan Ular Berbisa Bisa Mengakibatkan Kematian?

- Minggu, 17 April 2016 17:00 WIB
277 view
Mengapa Gigitan Ular Berbisa Bisa Mengakibatkan Kematian?
Jakarta (SIB)- Jangan meremehkan gigitan ular berbisa. Sebab jika tidak ditangani dengan tepat atau bila korban terlambat mendapat penanganan maka bisa berujung kematian. Mengapa bisa demikian?

Dituturkan dr Fajar Putra dari RSUD Hanafiah Batusangkar, Sumatera Barat, jika gigitan ular berbisa didiamkan saja maka bisa akan masuk ke aliran darah. Selanjutnya, darah yang tercampur bisa itu akan mengalir ke otak. Nah, inilah yang kemudian bisa mengakibatkan kematian.

"Kalau sudah sampai ke darah seperti itu, kembali lagi pada kecepatan penanganan medis itu sendiri atau seberapa cepat bisa itu bereaksi pada tubuh," ujar dr Fajar dalam perbincangan dengan detikHealth.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kelumpuhan parah. Selanjutnya yang bersangkutan akan sulit bernapas, mengalami perdarahan fatal, serta kegagalan ginjal. Selain itu bisa menyebabkan kerusakan jaringan lokal yang parah sehingga memicu terjadinya kelumpuhan permanen dan bahkan membutuhkan proses amputasi.

Untuk itu, penanganan gigitan ular berbisa dan yang tidak pasti berbeda. Perlu diperhatikan, jika gigitan ular meninggalkan bekas taring dan rasa nyeri, maka ular yang menggigit merupakan ular berbisa. Selain itu kerap disertai perubahan warna pada lokasi gigitan setelah beberapa saat.

"Bersihkan bekas gigitan, berikan obat luka, lalu ikat bagian atas dari luka gigit. Setelah selesai, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan cairan anti-bisa," saran dr Fajar terkait penanganan gigitan ular berbisa.

Immunoglobulin antivenom ular (anti-bisa) adalah perawatan yang spesifik untuk mengobati racun dari gigitan ular tersebut. Antivenom yang diberikan bisa mencegah atau membalikkan sebagian besar efek racun dari gigitan ular tersebut, serta memainkan peran penting dalam meminimalkan dampak mortalitas dan morbiditas.

Sementara untuk menangani gigitan ular yang tidak berbisa, menurut dr Fajar cukup dengan membersihkan lukanya saja. Setelah itu bisa dioleskan antiseptik yang biasa digunakan untuk mengobati luka kecil.

"Kalau gigitan ularnya cukup parah, langsung dibawa ke rumah sakit atau klinik. Kalaupun harus dijahit, paling akan mendapatkan satu dua jahitan saja," ucap dr Fajar. (detikHealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru