Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026

Diabetes Tak Pandang Usia Tingkat Kematiannya Tinggi

* 5 dari 100 Orang di Sumut Alami Diabetes
- Minggu, 30 Oktober 2016 14:18 WIB
292 view
Diabetes Tak Pandang Usia Tingkat Kematiannya Tinggi
Medan (SIB)- Berdasarkan prevalensi, 5 sampai 6 persen masyarakat Sumatera Utara mengalami penyakit Diabetes Mellitus (DM). Artinya, dari 100 orang ada 5 atau 6 orang yang mengalami penyakit tersebut. Hal itu dikatakan dr Aron Pase SpPD saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat di RS Imelda Pekerja Indonesia, Selasa (25/10).

Ia memperkirakan, hampir 50 persen penderita diabetes tidak tahu dirinya terkena diabetes, apalagi dengan kondisi sekarang yang banyak makanan mengandung gula. Bahkan, katanya, di dunia, tiap 7 detik, diperkirakan 1 orang meninggal karena penyakit yang dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis itu. "Tingkat kematiannya juga tinggi, di Indonesia penyakit gula penyebab kematian nomor 3 dan Indonesia menduduki peringkat 7 tertinggi di dunia untuk kasus diabetes," ungkapnya.

Dr Aron yang merupakan pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menerangkan gejala diabetes, yaitu mudah haus dan lapar, sering kencing, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, cepat lelah dan mengantuk, mudah terkena infeksi, luka sulit sembuh. Juga sering kesemutan terutama di kaki, sering timbul bisul, penglihatan kabur, infeksi jamur dan gatal terutama di sekitar kemaluan.

Menurutnya, diabetes tidak pandang usia, baik muda maupun orang dewasa bisa mengalami penyakit ini. Faktor penyebab diabetes melitus yaitu keturunan, stress, gaya hidup, pola makan tidak teratur dan jarang atau kurang berolahraga. Sedangkan untuk mencegah penyakit tersebut di antaranya berhenti merokok, hindari terlalu sering mengkonsumsi minuman yang manis, atur porsi makan dan olahraga teratur.

"Diabetes melitus disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup, namun tidak mampu bekerja dengan baik. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, yang bekerja dengan cara merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula dan meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati," ujarnya.

Karena itu, disarankannya, untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri merupakan usaha yang terpenting dalam pengendalian diabetes. Untuk mencapai gula darah yang terkendali agar memeriksa gula darah secara    rutin atau sesuai petunjuk dokter.

Sementara Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RS Imelda Dr Imelda Liana Ritonga SKp MPd Mn mengatakan, pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang DM  kepada masyarakat sekitar rumah sakit, keluarga pegawai dan pasien DM. "Tujuannya agar masyarakat sehat dan tau bagaimana membuat kadar gula darah stabil atau terkontrol," jelasnya.

Selain melakukan edukasi, juga dilaksanakan senam yang diikuti puluhan peserta, dengan harapan membantu kerja insulin yang berungsi supaya gula masuk dalam tubuh agar tidak terjadi penumpukan gula dalam darah.(A18/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru