Jakarta (SIB)- Perang terhadap virus sudah terjadi sejak pertama kali manusia berevoulusi. Beragam virus pun bermunculan, mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks dan sulit dilumpuhkan.
Namun keberadaan Ebola dan Zika mengingatkan kembali bahwa ada beberapa virus yang memang mematikan. Bahkan Elke Muhlberger dari Boston University mengatakan, strain Ebola yang terbaru diklaim membunuh lebih dari 90 persen orang yang terinfeksi, sehingga dianggap yang paling mematikan di antara seluruh famili virus Ebola.
"Bahkan bisa jadi lebih buruk kelak," tambahnya.
Tetapi Ebola yang satu ini bukanlah satu-satunya virus mematikan di dunia. Setidaknya ada 9 jenis virus mematikan yang pernah terekam dalam sejarah medis, seperti dikutip dari Livescience, Rabu (2/11).
1. Virus Marburg virus
Virus ini ditemukan pada tahun 1967 ketika terjadi wabah kecil di sebuah lab di Jerman. Para laboran tertular dari monyet-monyet Uganda yang terinfeksi virus ini. Gejalanya mirip dengan Ebola yaitu demam tinggi dan pendarahan di sekujur tubuh yang dapat mengakibatkan syok, gagal organ hingga kematian.
Pada saat wabah pertama kali terjadi, tingkat kematian penderitanya hanya 25 persen, namun pada puncaknya terjadi di Kongo dalam kurun tahun 1998-2000, yaitu lebih dari 80 persen pasien meninggal akibat virus ini. Begitu juga dengan wabah yang terjadi di Angola pada tahun 2005.
2. Virus Ebola
Wabah Ebola pertama kali ditemukan di Sudan dan Kongo pada tahun 1976. Strainnya sangat bervariasi, misalkan strain Ebola Reston tidak memicu gejala, sedangkan strain Bundibugyo memiliki tingkat kefatalan hingga 50 persen lebih. Dari data WHO juga terungkap tingkat kefatalan untuk strain Sudan mencapai 71 persen.
Meski demikian WHO mengungkapkan wabah terburuk terjadi di Afrika Barat pada awal 2014 lalu, dan termasuk yang terbesar sepanjang sejarah virus ini.
3. Rabies
Di Barat, rabies sudah tergolong langka, tetapi penyakit ini masih memicu masalah di India dan sebagian Afrika. "Virusnya bisa merusak otak, jika penanganan tidak segera diberikan. Kemungkinan untuk meninggal bisa sampai 100 persen," ungkap Muhlberger.
4. HIV
Sejak pertama kali ditemukan di tahun 1980-an, diperkirakan sudah ada 36 juta orang yang meninggal akibat virus ini. Bahkan masih tergolong penyakit yang sulit disembuhkan, apalagi pasien harus bergantung pada obat untuk seumur hidupnya.
Virus ini masih banyak ditemukan di negara berpendapatan rendah dan sedang di mana 95 persen kasus baru juga terjadi.
5. Cacar air
Cacar air sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan akhirnya di tahun 1980, penyakit ini sempat dilaporkan musnah. Saat ini cacar air versi baru muncul dan mengakibatkan 1 dari 3 pasien meninggal karenanya, dengan penyintas mengalami berbagai efek samping yang buruk seperti kebutaan.
Tingkat kefatalan tertingginya saat ini ada di populasi di luar Eropa meski ahli sejarah mengatakan ini terjadi karena dulunya mereka tertular oleh para penjelajah Eropa yang tak sengaja membawa virus ini. Di masa modern, cacar air diperkirakan telah membunuh 300 juta orang.
6. Hantavirus
Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) pertama kali menarik perhatian di AS pada tahun 1993 ketika melumpuhkan dua orang hanya beberapa hari setelah sesak napas mendadak. Beberapa bulan kemudian otoritas menemukan hantavirus dari tikus yang tinggal di rumah kedua pasien.
Sejak saat itu, CDC mencatat 600-an orang di AS terserang virus ini dan 36 persen di antaranya meninggal. Menurut peneliti, virus ini tidak ditularkan secara langsung misal saat memegang si hewan, tetapi karena mereka terpapar kotoran tikus yang terinfeksi.
Strain lain dari hantavirus juga pernah mewabah di tahun 1950-an sepanjang Perang Korea. Kabarnya lebih dari 3.000 tentara terinfeksi dan 12 persen di antaranya meninggal dunia.
7. Strain baru Influenza
Virus ini biasanya berubah menjadi berbahaya ketika strain baru muncul sehingga lebih cepat menyebar disertai dengan tingkat kefatalan yang tinggi. Sejauh ini WHO mencatat pandemik paling mematikan akibat virus ini atau biasa disebut Flu Spanyol dimulai di tahun 1918 dan saat itu menyerang 40 persen populasi dunia dan membunuh sekitar 50 juta orang.
"Ada kemungkinan wabah flu ini akan terulang kembali karena strain baru yang mudah tersebar di antara manusia," kata Elke Muhlberger dari Boston University.
8. Dengue
Virus dengue pertama kali muncul di tahun 1950-an di Filipina dan Thailand lalu menyebar ke wilayah tropis dan subtropis lainnya. Kini 40 persen populasi dunia tinggal di daerah endemik dengue dengan persebaran yang terus meluas karena dibawa oleh nyamuk.
Catatan WHO mengungkap, dengue menyerang 50-100 juta orang per tahunnya. Meski tingkat kefatalannya masih di bawah virus lain, yaitu berkisar 2,5 persen namun virus ini dapat memicu gejala seperti Ebola yaitu demam tinggi yang mematikan. Saat tidak tertangani, tingkat kematiannya juga mencapai 20 persen.
9. Rotavirus
Rotavirus biasanya memicu diare parah pada bayi dan anak-anak serta mampu menyebar dengan cepat. Di Barat, jarang ada anak yang meninggal karena virus ini, tetapi virus ini bersifat mematikan di negara berkembang.
WHO memperkirakan 453.000 anak di bawah lima tahun meninggal karena infeksi rotavirus di tahun 2008. Namun perkembangan virus ini tidak begitu signifikan pada negara yang telah menggunakan vaksin untuk mencegah penularannya. (detikHealth/l)