Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

Hindari Macet! Berkendara Lebih dari Dua Jam Bisa Turunkan Kecerdasan

- Minggu, 30 Juli 2017 18:49 WIB
703 view
Jakarta (SIB)- Macet bisa terjadi di mana saja apalagi di kota besar seperti Jakarta. Bayangkan saja, jarak antara Pancoran-Mampang Prapatan yang tidak mencapai lima kilometer bisa memakan waktu hingga 45 menit. Sehingga tak jarang seseorang pada umumnya akan berkendara lebih dari dua jam dalam sehari.
Nah, baru-baru ini studi menunjukkan bahwa berkendara lebih dari dua jam dalam sehari dapat menurunkan tingkat IQ (intelligence quotient) seseorang. Dalam studinya, peneliti melibatkan lebih dari setengah juta orang Inggris berusia 37-73 tahun selama lima tahun untuk diamati.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengemudi lebih dari dua jam mengalami penurunan IQ lebih cepat dibandingkan dengan orang mengemudi hanya sesekali dan yang tidak mengemudi sama sekali. Hal ini dikarenakan bahwa otak kurang aktif saat berkendara dalam waktu yang lama.

"Berkendara lebih dari dua atau tiga jam dalam sehari bisa berdampak buruk bagi jantung. Jadi, studi ini juga menunjukkan bahwa hal tersebut buruk bagi otak mungkin karena otak kurang aktif," kata ahli epidemiologi di University of Leicester, Kishan Bakrania dikutip dari Daily Mail.

"Menyetir menyebabkan stres dan kelelahan. Sehingga studi menunjukkan adanya kaitan antara mereka (stres dan kelelahan) dan penurunan kognitif," sambung Bakrania.

Sedangkan pada studi sebelumnya, Bakrania mengatakan bahwa otak yang tidak aktif dalam waktu yang lama dapat berdampak buruk pada kekuatan otak dan hal ini menunjukkan hasil yang sama pada orang yang menonton televisi lebih dari dua jam dalam satu hari.

Sementara, penelitian dalam jurnal Journal Intelligence menyebutkan bahwa pada dasarnya IQ seseorang meningkat sebesar 20 poin dalam waktu 64 tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan tes yang digunakan sebagai perbandingan, yaitu Raven's Progressive Matrices (RPM) pada 200 ribu partisipan dari 48 negara. (detikhealth/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru