Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 Juli 2026

Kurang Tidur Ternyata Dapat Sebabkan Kerusakan Otak

- Minggu, 13 Juli 2014 15:50 WIB
266 view
 Kurang Tidur Ternyata Dapat Sebabkan Kerusakan Otak
Jakarta (SIB)- Setelah sehari-hari begadang saat bekerja, orang yang tidur pada akhir pekan lebih banyak untuk mengganti waktu tidur yang kurang dikatakan oleh ilmuwan justru berisiko mengalami kerusakan otak.

Ilmuwan saraf dari University of Pennsylvania, Sigrid Veasey mengatakan ide untuk tidur lebih banyak sebagai pelampiasan kurang tidur adalah hal yang salah.

Veasey bersama ilmuwan lain mendapatkan kesimpulan tersebut setelah meneliti dampak tidur yang tidak teratur pada tikus. Mereka menempatkan jadwal tidur yang tidak teratur pada tikus layaknya pekerja dengan jadwal kerja yang berubah-ubah.

Hasil yang ditemukan oleh Veasey adalah 25% saraf atau neuron otak pada tikus mengalami kerusakan dan kehilangan fungsi kewaspadaan dan kognitif.

Veasey menjelaskan saat tikus-tikus tersebut kehilangan sedikit waktu tidur, sel saraf otak tikus akan menghasilkan protein sirtuin tipe 3. Protein tersebut berfungsi untuk mengisi energi dan melindungi saraf. Namun saat kehilangan tidur tersebut menjadi kebiasaan, produksi protein terhenti dan sel saraf mulai mati perlahan.

"Tidak ada yang berpikir bahwa otak dapat menderita kerusakan permanen dari kekurangan tidur," ujar Veasey dikutip dari CNN, Selasa (8/7).

Kini Veasey beserta kelompoknya akan mengembangkan penelitian lebih jauh dan berencana mempelajari kerusakan otak pada manusia. Mereka ingin melihat hal serupa pada pekerja dengan jadwal kerja tidak teratur yang telah meninggal dunia. (dth/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Trio Ambisi Guncang PRSU ke 50

Trio Ambisi Guncang PRSU ke 50

Medan(harianSIB.com)Malam di panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 berubah menjadi ruang penuh nostalgia ketika Trio Ambisi