Viral Jembatan Rusak di Taput, Kapolda Sumut Respons Cepat
Taput(harianSIB.com)Unggahan di media sosial milik Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Victor Tinambunan MST, tentang kondi
Namun, Dr. Gurveen Waraich baru-baru ini membagikan sebuah video di Instagram yang memberikan peringatan terkait risiko dari perawatan tersebut.
"Pelurusan dan pengeritingan rambut bagaikan bunuh diri bagi rambut Anda yang mati rasa, dan saya bahkan tidak menyukainya," kata dokter kulit tersebut saat ia memperingatkan tentang perawatan kulit dan rambut tertentu yang tidak akan pernah ia lakukan, mengutip The Hindustan Times, Jumat (10/1), dilansir dari Antara.
Videonya membuat pengguna media sosial bingung dan khawatir apakah akan melanjutkan perawatan rambut kesayangan mereka.
Untuk mempelajari lebih lanjut, kami bertanya kepada Dr. DM Mahajan, konsultan senior dermatologi di Rumah Sakit Indraprastha Apollo, tentang pernyataan Dr. Gurveen Waraich.
Dr. DM Mahajan mengatakan, bahwa perawatan pelurusan atau rebonding rambut sangat populer untuk mendapatkan rambut yang halus dan lurus, tetapi penting untuk dipahami bahwa proses ini dapat berdampak signifikan pada kesehatan rambut Anda. "Ketika kita berbicara tentang perawatan ini yang 'seperti bunuh diri bagi rambut Anda', itu bukan berlebihan ini tentang kerusakan yang dapat ditimbulkannya pada struktur serat rambut," ungkap Dr. DM Mahajan.
Menurutnya, perawatan rebonding dan pelurusan yang dulunya merupakan perawatan salon paling populer untuk rambut halus dan lurus kini menjadi masalah kesehatan. Ternyata, kehalusan yang bertahan lama tersebut merupakan hasil dari bahan kimia berbahaya yang dioleskan langsung ke rambut dan terkadang bahkan kulit kepala.
Perawatan rebonding, jelas Mahajan, biasanya menggunakan bahan kimia keras seperti formaldehida, keratin, dan zat alkali lainnya. Sementara perawatan pelurusan dapat menggunakan bahan kimia seperti keratin, asam amino, atau ekstrak tumbuhan. Rebonding rambut, melibatkan penggunaan pelemas kimia yang memutus ikatan alami rambut untuk mengubah strukturnya.
Meskipun dapat membuat rambut menjadi halus dan lurus, perawatan ini juga dapat merusak integritas rambut. Bahan kimia yang digunakan, terutama produk yang mengandung formaldehida, dapat melemahkan struktur protein rambut, sehingga menyebabkan kekeringan, kerapuhan, dan kerusakan.
"Jika dilakukan berulang kali, tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan permanen, menjadikan rambut lebih rentan bercabang dan menipis," jelas Dr. Mahajan.
Paparan bahan kimia kuat dalam jangka waktu lama juga bisa mengiritasi kulit kepala, menyebabkan gatal, kemerahan, dan bahkan kerontokan rambut dalam kasus tertentu, tambahnya.
Jika perawatan dilakukan terlalu sering atau tidak tepat, dampaknya dapat bersifat permanen. Namun, bagi yang tetap ingin melakukan pelurusan rambut atau rebonding, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko kerusakan.
Ia juga merekomendasikan untuk menghindari sentuhan ulang yang terlalu sering dan memberikan waktu bagi rambut untuk pulih antara satu perawatan dengan lainnya.
Akhirnya, keputusan untuk melakukan rebonding atau pelurusan rambut bergantung pada jenis rambut, tekstur, dan preferensi pribadi. Namun, penting untuk mempertimbangkan potensi risiko serta manfaatnya sebelum memutuskan.(*)
Taput(harianSIB.com)Unggahan di media sosial milik Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Victor Tinambunan MST, tentang kondi
Simalungun(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspek
Medan(harianSIB.com)Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan tidak ada lagi pengungsi korban bencana alam yang tinggal
Nisel(harianSIB.com)Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya melakukan pengecekan rutin senjata api (senpi) milik personel Polres Ni
Medan(harianSIB.com)Seorang wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Kresentia Hoess (21), ditemukan tewas tergantung di lantai 3 sebuah rumah
Medan(harianSIB.com)Dua oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, terseret kasus peredaran nar
Medan(harianSIB.com)Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar diskusi bersama tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan pedag
Sibolga(harianSIB.com)Korban keracunan makanan mie tek tek di Kota Sibolga, Natsir Nasution (31), warga Jalan Sisingamangaraja Gang Prima Ae
Medan(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyerahkan kembali sejumlah aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Medan(harianSIB.com)Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menemukan dua sampel takjil mengandung formalin dari hasil pengawasa
Simalungun(harianSIB.com)Seorang nenek tanpa identitas ditemukan di wilayah Kabupaten Simalungun. Kepolisian Sektor (Polsek) Tanahjawa kini
Medan(harianSIB.com)Warga Jalan Menteng VII Gang Seroja, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempu