Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 14 Agustus 2026

AceKid Resmi Hadir di Indonesia, Susu Formula Pertama dengan Susu Segar dan Sumber yang Dapat Ditelusuri

Donna Hutagalung - Selasa, 09 Juni 2026 15:03 WIB
3.175 view
AceKid Resmi Hadir di Indonesia, Susu Formula Pertama dengan Susu Segar dan Sumber yang Dapat Ditelusuri
Foto: harianSIB.com/Dok
(Ki-ka) Brand Ambassador AceKid Indonesia, Chef Arnold Poernomo, FEIHE Overseas Department General Manager, Lee Meng Thoong, CEO AceKid Indonesia, Ivan Lau dan Brand Ambassador Acekid Indonesia, Denny Sumargo dalam acara Grand Launching AceKid.

Jakarta(harianSIB.com)

Di tengah beragamnya pilihan produk nutrisi anak yang beredar di pasaran, pemahaman orang tua Indonesia terhadap komposisi utama, asal-usul bahan baku, serta proses produksi masih perlu terus ditingkatkan. Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan anak, mulai dari stunting, kerusakan gigi (karies), hingga ancaman obesitas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas bahan dasar dan keseimbangan komposisi nutrisi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menjawab kebutuhan orang tua akan informasi nutrisi yang lebih transparan dan komprehensif, FEIHE International bersama MAKUKU secara resmi memperkenalkan AceKid ke pasar Indonesia. Peluncuran tersebut dilakukan dalam acara bertajuk "Let's Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid" yang digelar pada 7 Juni 2026.

Melalui kolaborasi ini, FEIHE International dan MAKUKU menghadirkan AceKid sebagai pilihan nutrisi anak yang mengedepankan transparansi komposisi, kualitas bahan baku, serta proses produksi yang terjaga.

Baca Juga:
Pendiri dan CEO FEIHE International, Leng Youbin, mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi AceKid. Menurutnya, perusahaan ingin menghadirkan standar nutrisi anak yang setara dengan negara-negara maju karena setiap anak berhak memperoleh nutrisi yang lebih baik.

"Keinginan ini berawal dari pengalaman kami saat mengunjungi Indonesia beberapa tahun lalu. Melalui AceKid, kami ingin menghadirkan pilihan nutrisi anak yang tidak hanya mengutamakan kualitas produk, tetapi juga transparansi komposisi, sumber bahan baku dan edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia," ujar Leng, sebagaimana siaran pers yang diterima harianSIB.com.

AceKid mengusung tiga pendekatan utama dalam menghadirkan standar baru transparansi dan kualitas nutrisi. Pertama, menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama yang berasal dari sumber yang dapat ditelusuri. Kedua, menjaga kualitas bahan baku hingga sampai ke tangan konsumen melalui sistem pemrosesan one-step fresh. Ketiga, menghadirkan formulasi yang lebih sederhana tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik guna membantu orang tua memberikan asupan yang lebih seimbang bagi anak.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menegaskan pentingnya orang tua memahami label produk nutrisi anak secara menyeluruh.

Menurutnya, banyak orang tua masih fokus pada kandungan tambahan seperti AHA, DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama produk juga perlu diperhatikan. Ia menjelaskan, bahan yang tercantum pertama dalam daftar komposisi menunjukkan kandungan terbesar dalam produk tersebut.

"Orang tua perlu memperhatikan kualitas sumber bahan, proses produksi, serta ada atau tidaknya tambahan gula maupun pemanis tertentu. Dengan memahami komposisi secara menyeluruh, orang tua dapat memilih produk nutrisi anak secara lebih tepat dan bertanggung jawab," jelasnya.

Dari sisi penelitian, AceKid dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang FEIHE serta dukungan ekosistem riset terpadu melalui FEIHE Research Institute. Lembaga ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari sumber bahan baku hingga manfaat yang dirasakan konsumen.

Senior Scientist FEIHE International, Yang Zhang, Ph.D., menjelaskan, FEIHE saat ini menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, menghasilkan 117 publikasi ilmiah terindeks SCI, memiliki 847 paten, menyelesaikan 12 uji klinis, serta berkontribusi dalam penyusunan 66 standar industri.

Selain itu, FEIHE juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi ternama dunia, antara lain Harvard Medical School, Peking University, Tsinghua University, dan sejumlah lembaga riset dari tujuh negara.

"Rekam jejak ilmiah ini menjadi fondasi kepercayaan bagi FEIHE dalam menghadirkan produk yang dikembangkan berdasarkan data, riset, dan standar kualitas yang berkelanjutan," ujar Yang.

Pada momen peluncurannya di Indonesia, AceKid juga meraih Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori "Susu Formula yang Terbuat dari Natural Whole Milk dengan Sumber Susu yang Dapat Ditelusuri". Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi AceKid dalam menghadirkan transparansi sumber bahan baku, formulasi yang berbeda, serta manfaat yang dinilai relevan bagi orang tua Indonesia.

Penilaian penghargaan dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni kebaruan ide inovasi, keunikan sebagai pembeda merek, dan manfaat nyata yang diberikan kepada pasar.

Dalam kesempatan yang sama, AceKid memperkenalkan Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador. Kehadiran keduanya sebagai figur publik sekaligus ayah diharapkan dapat memperkuat pesan mengenai pentingnya peran orang tua dalam memahami kebutuhan nutrisi anak secara lebih dekat dan relevan dengan kehidupan keluarga Indonesia.

Di Indonesia, AceKid berada dalam ekosistem perusahaan yang juga menaungi MAKUKU dengan visi mendukung pertumbuhan bayi dan anak melalui pendekatan 360° healthy growth protection. Melalui kehadiran AceKid, perusahaan berupaya memperkuat dukungan bagi orang tua tidak hanya lewat produk nutrisi, tetapi juga melalui edukasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

AceKid juga menegaskan dukungannya terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada masa awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi anak tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar pemenuhan nutrisi berlangsung tepat, aman, dan sesuai tahapan tumbuh kembang. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru