Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Pemeriksaan Soal Makar, Amien Rais Bawa Bukti 'Full Amunisi'

- Sabtu, 25 Mei 2019 10:52 WIB
140 view
Pemeriksaan Soal Makar, Amien Rais Bawa Bukti 'Full Amunisi'
SIB/Ant/Aprillio Akbar
PEMERIKSAAN AMIEN RAIS: Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5). Amien Rais diperiksa sebagai saksi at
Jakarta (SIB) -Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais membawa bukti-bukti dalam pemeriksaannya sebagai saksi terkait kasus dugaan makar. Amien menyebut bukti yang dibawa cukup banyak, selain buku berjudul 'Jokowi People Power', juga ada bukti lainnya yang lengkap.

"Oh iya dong iya (membawa berbagai bukti untuk pemeriksaan). (Bukti) oh macam-macam, full amunisi ya tapi jangan (dibahas) sekarang," kata Amien Rais di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5).

Salah satu 'senjatanya' dalam pemeriksaan adalah buku berjudul 'Jokowi People Power' yang sempat ditunjukkan olehnya. Sementara bukti lainnya tidak diperinci.

Bukti itu disebutnya akan diberikan ke penyidik yang memeriksanya jika dibutuhkan. "(Bukti) nanti tergantung pertanyaan," imbuh Amien Rais.

Amien Rais memenuhi panggilan polisi sekitar pukul 10.27 WIB. Amien dimintai keterangan terkait pernyataan people power yang disampaikan tersangka Eggi Sudjana.

Seperti diketahui, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. Eggi menjadi tersangka makar setelah ucapan 'people power' di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 17 April 2019.

Sementara itu, ditengah pemeriksaan, Amien Rais keluar untuk menjalankan Salat Jumat di Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya.

"Mau salat dulu, salat lebih penting," kata Amien kepada wartawan.

Amien keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 11.39 WIB. Ia bersama rombongannya berjalan kaki menuju masjid yang berada di Polda Metro Jaya.

Ia enggan menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan wartawan. Ia terlihat bergegas berjalan menuju masjid.

"Nanti-nanti, mau Jumatan dulu, lebih penting Allah. Ini belum ada berita, orang belum apa-apa," kata Amien.

Penyidik memang memberikan hak-hak kepada seseorang terperiksa selama menjalani pemeriksaan. Salah satunya hak untuk beribadah, istirahat dan makan.

TKN : Cari Perhatian!
Terkait pemeriksaan Amien Rais, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengkritik politikus senior PAN tersebut yang sengaja membawa buku 'Jokowi People Power' saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Menurut TKN, Amien sekadar cari perhatian.

"(Amien Rais) coba mencari perhatian di depan media dengan membawa buku berjudul 'Jokowi People Power'," kata jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (24/5).

Ace menduga Amien sendiri belum membaca buku tersebut. Ia mengatakan narasi 'people power' dalam buku tersebut berbeda dengan definisi Amien.

"Nampaknya Amien Rais belum membaca buku itu, karena people power yang ada di buku itu jauh berbeda dengan ajakan dugaan makar people power Amien Rais," ujarnya.

Ia pun menjelaskan buku 'Jokowi People Power' itu bukan karya Jokowi. Buku itu ditulis oleh Bimo Nugroho dan M Yamin Panca Setia. Ace mengatakan narasi people power dalam buku tersebut menitikberatkan pada kekuatan rakyat yang mendukung Jokowi sesuai konstitusi.

"Pertama, buku People Power itu bukan dibuat oleh Jokowi, seperti yang coba disimbolkan oleh Amien, melainkan dibuat oleh Bimo Nugroho dan M Yamin Panca. Jadi Amien Rais mencoba menyesatkan publik dalam hal ini," sebut Ace.

"Kedua, isi buku tersebut justru menjelaskan 'people power' adalah kekuatan rakyat yang berbentuk dukungan melalui mekanisme Pemilu yang sah dan resmi kepada Jokowi, sosok yang bukan berasal dari elite politik," imbuh dia.

Hal ini, lanjut Ace, berbeda dengan narasi people power yang dibangun Amien untuk melawan hukum. Bahkan, menurut dia, people power ala Amien justru merugikan masyarakat.

"Tentu berbeda dengan people power yang digaungkan Amien Rais yang jelas melawan hukum. Amien mengajak rakyat tidak percaya terhadap institusi hukum dan negara dengan cara turun ke jalan, yang kita semua tahu kemarin berakhir ricuh dan merugikan 'people' (warga DKI asli dan para pedagang dijarah)," kata dia.

Karena itu, ia menegaskan Amien menyesatkan publik. Amien juga dinilai mau membohongi publik dengan sengaja membawa-bawa buku 'Jokowi People Power'.

"Amien benar-benar menyesatkan publik dengan istilah people power. Termasuk mengelabui publik dengan buku 'Jokowi People Power' yang ia bawa," tegas Ace. (detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru