Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

3 Pria Mengaku Polisi Aniaya dan Ancam Tembak Pedagang Roti

- Kamis, 26 Juni 2014 15:17 WIB
261 view
3 Pria Mengaku Polisi Aniaya dan Ancam Tembak Pedagang Roti
Medan (SIB)- Seorang pedagang roti, Oloan Pulungan (30) warga Jalan Bersama Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung mengaku dianiaya dan diancam tembak 3 pria mengaku polisi di depan pabrik roti Jalan Bulu Perindu Gg Teladan Medan Tembung, Rabu (25/6).

Keterangan yang dihimpun SIB, siang itu Oloan hendak memindahkan roti dari gudang dan disusun di becak motor (betor) dagangannya. Sedangkan posisi betor milik korban diparkir di depan gang, samping gudang. Tak lama, satu minibus jenis Toyota Kijang Inova warna hitam melintas. Lantaran jalan sempit, si pengemudi mobil langsung mengucapkan kata-kata kasar ke Oloan, sembari mengatakan supaya betor itu digeser.

Merasa tersinggung, penjual roti keliling itu membalas dengan makian ke si pengemudi. Si pengemudi langsung turun dan menghampiri korban. Tiba-tiba, pelaku memukul kepala Oloan. Keduanya saat itu juga terlibat perkelahian, sehingga menjadi tontonan warga sekitar. Dua pelaku langsung turun dari mobil dan menghakimi Oloan. Seorang pelaku mengaku ia anggota Polri dan mengancam menembak korban. Saat itu juga korban ketakutan.

Ketiga pria itu menuju mobilnya, kemudian meninggalkan lokasi. Oloan pun melaporkan kejadian itu ke keluarganya. Mendapat laporan itu, korban didampingi keluarganya melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Ketika ditanyai SIB, apakah pelaku saat itu mengeluarkan senjata api (Senpi), Oloan mengaku jika seorang pelaku saat itu mengambil sesuatu dari balik pinggangnya. "Aku tidak sempat melihat Senpi itu. Saat itu seorang pelaku berusaha mengambil sesuatu dari balik pinggangnya. Para pelaku postur tubuhnya besar," jelas korban yang mengalami luka di pelipis kirinya.

Kanit Reskrim AKP Zulkifli Harahap ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. "Kita belum bisa memastikan apakah pelaku benar anggota Polri atau tidak. Kita mintai dulu keterangan korban, untuk memastikan kebenarannya," ujarnya.

Dirampok 2 OTK di Percut Sei Tuan
Sepedamotor Honda Beat warna biru putih milik Juli (30), warga Jalan Jermal X, Kecamatan Medan Denai dirampok 2 orang tak dikenal (OTK) di Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate Percut Sei Tuan, Selasa (24/6) malam.
"Saat saya berteriak, memang ada seorang ibu pedagang jagung bakar di lokasi dan mendengar teriakan kami. Ibu itu langsung menghampiri kami dan bertanya apa yang terjadi. Saat kami ceritakan kalau kami barusan dirampok, ibu tersebut justru ketakutan dan meninggalkan kami. Malam itu kami menumpangi becak motor (betor) dan pulang ke rumah. Karena sepedamotor saya masih kredit, tadi pagi saya mengurus surat-surat ke leasing. Setelah surat lengkap, siangnya kami melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. Di dalam bangku sepedamotor saya meletakkan uang hasil kutipan sebesar Rp 2 juta dan STNK," ujar ibu 3 anak itu.
Kanit Reskrim AKP Zulkifli Harahap ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. "Tadi malam hingga pagi, kita bersama anggota lainnya sedang berpatroli di Jalan Selamat Ketaren dan tidak ada keganjilan atau pun perampokan. Biarpun begitu, kita akan cek TKP, untuk memastikan kejadian itu. Laporan korban sudah kita terima dan masih dimintai keterangannya," ujarnya. (A24/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru