Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

Keberadaan Bayi yang Dijual Ayahnya Masih Misterius

- Rabu, 02 Juli 2014 10:48 WIB
372 view
 Keberadaan Bayi yang Dijual Ayahnya Masih Misterius
SIB/Dok
DIAMANKAN: Ayong, tersangka yang menjual bayinya diamankan polisi, Senin (30/6).
Medan (SIB)- Keberadaan bayi berusia dua bulan yang dijual ayahnya RH alias Ayong hingga kini masuk misterius. Ibu bayi itu, Jely Rajagukguk (29) hingga kini masih kebingungan soal keberadaan bayinya tersebut.

Jely mendatangi RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Medan Denai, untuk meminta surat keterangan kelahiran bayi perempuannya itu. Ia mendatangi ruang keperawatan di lantai IV. Jely mengaku bekas operasi cesarnya hingga kini belum mengering dan mengeluarkan nanah. "Saya minta surat keterangan lahir anakku itu, tolong kalian bantu, karena saya ibu kandungnya dan berhak mendapatkan itu," cetusnya dengan nada tinggi.
Pihak rumah sakit pun akhirnya mengeluarkan surat legalisir keterangan kelahiran bayi saat itu juga.

Saat diwawancarai SIB, Jely, menyebutkan perkenalannya dengan Ayong terjadi saat ia sering digoda dan didatangi  Ayong di lokasi kerjanya sebagai pelayan rumah makan di Komplek Asia Mega Mas. Tersangka saat itu mengaku masih lajang dan belum berkeluarga. Jely pun mau ketika diajak Ayong menjalin hubungan asmara. Jely yang berstatus janda beranak 2 sering bertemu dengan Ayong. Keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri, hingga membuat Jely hamil. Kehamilan tersebut membuat Ayong kebingungan dan meminta Jely tinggal bersamanya di Jalan Kapten Jumhana.

Lambat laun, Jely mengetahui jika Ayong telah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Hal itu diketahui Jely setelah terjadinya penjualan bayi tersebut. "Jika aku tau si Ayong sebelumnya pernah menikah, saya tidak akan mau berhubungan dengannya. Selama ini ia mengaku lajang," akunya dengan wajah emosi.

Sementara itu, Ayong ketika diwawancarai wartawan di Polresta Medan mengatakan, Jely masuk ke RS Muhammadiyah untuk menjalani proses persalinan. Ketika itu Ayong mulai panik, lantaran tak memiliki uang untuk membayar biaya persalinan. Akibat kepanikan itu, tersangka menceritakan hal tersebut kepada boru Si (35), yang bekerja sebagai tukang cuci keluarganya ketika tinggal di Jalan Kapten Jumhana.

Dijelaskannya lagi, setelah 1 minggu dari kesepakatan Jely dipersilahkan pulang ke rumah. Tetapi Ayong mengajak boru S ke rumah sakit untuk membayar biaya administrasi. "Saat itu aku diberi panjar Rp 5 juta, dan langsung kubayar biaya administrasinya. Ketika hendak mengambil bayi, aku menyuruh Jely menunggu di ruang tunggu. Selanjutnya aku serahkan bayi itu ke boru S, yang saat itu sudah menunggu di lokasi rumah sakit, tanpa sepengetahuan Jely. Setelah menerima bayi itu, boru S langsung menyerahkan sisanya Rp 3 juta dan pergi," ujarnya lagi.

Ketika ditanyai siapa sebenarnya boru S, Ayong mengaku tidak terlalu mengenalnya dan ia hanya sebatas dikenalkan boru S.

Terpisah, Kanit PPA Polresta Medan AKP Ully Lubis ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut dan masih mencari keberadaan boru S yang disebut-sebut pembeli bayi. "Masih kita lidik. Kita masih memburu si penerima bayi itu. Dari pemeriksaan sementara, ayah si bayi tidak mengenal pasti si pembeli bayi itu," ujarnya. (A24/h)








SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru