Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026

Pelajar SMP Diduga Cabuli Kakak Kelasnya Hingga Hamil

- Rabu, 03 Oktober 2018 14:42 WIB
302 view
Tanjungbalai (SIB)- Seorang pelajar kelas III SMP Negeri I Tanjungbalai berinisial PS (15) yang tinggal di Jalan AMD Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar diduga tega mencabuli dan merenggut kesucian kakak kelasnya berinisial JW (15) hingga hamil. Selain mencabuli, pelaku juga diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap korban. Saat ini korban JW (15) yang tinggal di Jalan Amir Hamzah Kelurahan TB Kota IV Kecamatan Tanjungbalai Utara harus menanggung beban moral akibat dari perbuatan adek kelasnya tersebut. 

Keterangan yang berhasil dihimpun SIB, Selasa (2/10), kejadian pelecehan seksual itu terjadi, Sabtu 28 Juli 2018 lalu sekitar pukul 22.00 WIB di Hotel Hayani Jalan Ahmad Yani Kelurahan Karya Kecamatan TB Selatan Kota Tanjung Balai. Saat itu, pelaku yang masih duduk di bangku SMP itu memaksa korban JW (15) untuk berhubungan intim. Bahkan, korban diancam hingga dianiaya saat berusaha menolak permintaan pelaku.

Atas perbuatan pelaku, kini korban sedang hamil sekitar 4 bulan. Bahkan saat ini kondisi korban terlihat lemah akibat kejadian itu, sehingga korban tidak mau melanjutkan sekolahnya.

Pihak keluarga yang tidak terima atas kejadian tersebut, akhirnya membuat pengaduan ke Unit PPA Polres Tanjungbalai, setelah sebelumnya sudah dilakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus tersebut. Korban dengan didampingi ibunya langsung diterima Polres Tanjung Balai dengan laporan Polisi Nomor :LP/275/IX/2016/SU/Resmi T.Balai tanggal 28 September 2018.

Dari keterangan ibu korban Syarifah (45) kepada awak media saat diwawancarai di rumahnya, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kondisi putri ketiganya itu hamil. "Ketika saya tanyakan siapa yang menghamilinya, JW mengatakan, pelakunya PS yang sudah memperkosanya di sebuah hotel. Dari pengakuannya, dia dipaksa dan selalu diancam pelaku. Dia mengancam anak saya, kalau anak saya tidak mau menuruti kemauannya, maka anak saya dipukuli," ujar ibu korban.

Ibu korban juga mengatakan, mereka sudah bertemu dengan keluarga pelaku sebanyak empat kali untuk melakukan mediasi, namun berujung gagal karena si pelaku tidak mau bertanggung jawab. "Seolah-olah pelaku lepas tangan dengan berbagai macam alasan. Karena tidak adanya itikad baik dari keluarga pelaku makanya kami laporkan ke Polres Tanjung Balai," ujarnya.

Sementara itu, korban JW saat ini terlihat masih trauma bahkan seperti orang depresi bila ditanyakan terkait perbuatan pelaku. Ketika ditemui di rumahnya, korban hanya tertunduk sambil menangis jika mengingat kejadian yang dialaminya. 

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan saat dikonfirmasi, Selasa (2/10) melalui telepon selularnya membenarkan adanya laporan pengaduan terkait dugaan pelecehan seksual dan tindak pidana kekerasan di bawah umur. "Saat ini masih proses Lidik dan pengumpulan bukti-bukti. Setelah itu, baru dipanggil si anak yang diduga pelaku," jawab Ahmad Dahlan. (E09/E08/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru