Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Bongkar Mesin ATM, 3 Warga Medan Ditangkap Polisi di Labura

Redaksi - Senin, 27 Januari 2020 14:53 WIB
503 view
Bongkar Mesin ATM, 3 Warga Medan Ditangkap Polisi di Labura
nusa bali
Ilustrasi
Labuhanbatu (SIB)
Tiga pembobol tabungan nasabah bank melalui ATM ditangkap polisi di komplek RS Membangmuda tepi Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Aekkanopan, Desa Membangmuda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Penangkapan itu
dilakukan tim Polsek Kualuh Hulu bekerjasama dengan Satreskrim Polres Labuhanbatu, Sabtu (25/1) sekira pukul 13.30 WIB.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sahrial Sirait, Minggu (26/1) malam menyebut, ketiga pelaku MRK, warga Jalan Gaperta Medan Helvetia Timur Medan, BHP warga Jalan Karya Setuju Desa Karang Berombak Kecamatan Medan Barat dan OMS, warga Jalan AR Hakim Medan, diserahkan ke Polsek Puluraja Polres Asahan karena laporan pengaduan hanya ada di wilayah Polsek Puluraja.

Kapolsek menjelaskan, pada Sabtu (25/1) sekira pukul 13:30 WIB, Kanit Lantas Ipda Eko menerima informasi ada sejumlah pria membongkar mesin ATM di komplek RS Membangmuda. Selanjutnya, personel Polsek Kualuh Hulu ke TKP melihat seorang pelaku tertangkap masyarakat. Personel Polsek memburu pelaku lain yang sempat melarikan diri mengendarai Honda Mobilio warna silver dari lokasi.

"Sekira pukul 15:35 WIB, dua pelaku lainnya dapat ditangkap dan diamankan ke Polsek Kualuh Hulu," ungkapnya.

Kapolsek dan tim melakukan pemeriksaan terkait tindak pidana yang dilakukan ketiga warga Medan itu. Sahrial juga meminta Kasat Reskrim turun ke Aekkanopan karena pelaku diduga komplotan yang bermain antarkota dalam Provinsi Sumatera Utara, sebagaimana keterangan pelaku OS yang mengaku pernah divonis karena melakukan tindakan yang sama di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara, beberapa waktu lalu.

"Kita sudah melakukan penanganan secara maksimal, namun di wilayah hukum Polsek Kualuh Hulu belum ada yang datang melapor sebagai korban di wilayah Kualuh Hulu," sebut Sahrial.

Hingga pukul 21.00 WIB, Kasat Reskrim dan timnya melakukan pendalaman apakah ada indikasi tindak pidana yang dilakukan ketiga tersangka di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

“Namun juga belum ada yang mengarah kepada para pelaku. Tetapi pada saat berjalan penyelidikan, didapat laporan bahwa di
wilayah hukum Polsek Puluraja Polres Asahan ada yang datang mengaku sebagai korban dan membuat laporan pengaduan.

Selanjutnya, pada pukul 23:30 WIB, penanganan ketiga pelaku berinisial MRK, BHP dan OS diserahkan ke Polsek Puluraja Polres Asahan,” sebutnya.

Pihaknya menyita barang bukti sejumlah kartu dari ketiga pelaku. Dari BHP disita HP merk Realmi, HP merk Samsung, HP merk Mito, KTP atas nams Budi Hakim Parinduri, 2 lembar kartu ATM BNI, kartu ATM Bank Mandiri dan kartu member Alfamart. Dari OS diamankan 8 lembar kartu ATM BNI, 6 lembar kartu ATM BRI, 6 lembar kartu ATM Bank Mandiri, kartu ATM Digital, Kartu BPJS An.Oliver Sinaga, gergaji besi, 2 dompet, tas sandang kulit warna coklat dan tang besi warna kuning. Sedangkan dari MRK disita barang bukti SIM A atas nama M Rudha Karnanda, SIM C, kartu BPJS An.M Ridha Karnanda Kartu NPW Pajak An. M Ridha Karnanda, kartu Jaminan Pensiun An.M Ridha Karnanda, SIM A An. Khaira Fadillah, 3 lembar kartu ATM Visa, 2 lembar kartu ATM BCA, kartu ATM Bank CIMB Niaga, kartu ATM Gold dan dompet warna coklat.

"Mobil Honda Mobilio juga diamankan," sebutnya.
Dia berpesan agar masyarakat lebih waspada dan jangan mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal di ATM Centre.

“Jika nasabah ada kendala saat memasukkan kartu ATM, jangan mau dibantu orang lain yasng ada di sekitar ATM Centre, tapi langsung cari ATM lain atau konfirmasi ke bank pembantu atau cabang. Karena saat ada yang mau bantu, dimungkinkan orang atau kelompok tersebut mau menipu para nasabah, lalu menguras habis uang korban melalui ATM,” tegasnya. (BR6/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru