Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Satpam Supermarket di Medan Aniaya Driver Ojol, Kasus Berakhir Damai

Roy Surya D Damanik - Senin, 13 April 2026 17:48 WIB
142 view
Satpam Supermarket di Medan Aniaya Driver Ojol, Kasus Berakhir Damai
Foto: Dok/Ojol
Driver ojol, Muhammad Rawi berdamai dengan satpam pasca terjadinya penganiayaan di supermarket, di Jalan Setia Budi, Medan, Minggu (12/4/2026).

Medan(harianSIB.com)

Seorang pengemudi ojek online (ojol), Muhammad Rawi (46) warga Jalan Sei Mencirim, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan seorang petugas keamanan (satpam) supermarket, di Jalan Setia Budi, Kota Medan, Minggu (12/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, saat korban hendak mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Jalan Rajawali, Sei Sekambing B. Ketika melintas di pintu keluar supermarket, korban terlibat cekcok dengan satpam yang tengah mengatur arus kendaraan.

Menurut keterangan korban, saat itu sebuah mobil masih berada di area dalam dan belum keluar sepenuhnya dari pintu portal. Namun, ia yang sudah lebih dahulu melintas justru dimarahi oleh satpam tersebut.

"Mobil itu belum keluar, masih di dalam. Saya sudah lebih dulu di depan pintu, tapi satpam langsung marah-marah dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas," ujar Rawi, Senin (13/4/2026).

Baca Juga:
Cekcok tersebut, lanjutnya, kemudian berujung pada aksi kekerasan. Korban mengaku ditendang dan dipukul saat masih berada di atas sepeda motornya.

"Dia langsung menendang dan memukul wajah saya. Bahkan saat dilerai, dia masih sempat memukul bagian hidung saya," katanya.

Usai kejadian, kata korban, pelaku diamankan oleh rekan sesama satpam dan dibawa ke dalam area basement supermarket. Tidak terima atas perlakuan tersebut, korban melaporkan insiden itu kepada rekan-rekannya sesama pengemudi ojol.

"Ratusan driver ojol dari berbagai komunitas, termasuk Gabungan Ojek Online Medan (GODAM), mendatangi lokasi kejadian. Kedatangan massa ojol sempat memadati area supermarket dan menuntut pertanggungjawaban dari pelaku maupun pihak manajemen," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum GODAM, Agam mengatakan, pada awalnya para driver berencana menempuh jalur hukum. Namun, upaya tersebut urung dilakukan setelah adanya mediasi antara kedua belah pihak.

"Awalnya kami ingin lanjut proses hukum. Tapi setelah ada kesepakatan antara korban, keluarga, dan pelaku, akhirnya diselesaikan secara damai," ujarnya.

Lanjutnya, pihak manajemen supermarket juga disebut telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pelaku penganiayaan turut mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada korban.

"Dengan adanya kesepakatan damai yang dituangkan dalam surat pernyataan, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum," tutupnya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Pelaku Penganiayaan Raradodo Ditangkap Personil Sat Reskrim Polres Nisel
Korban Penganiayaan di Purba Tua yang Ditetapkan Tersangka Meminta Keadilan dari Presiden
Polsek Medan Kota Buru Pelaku Perusakan dan Penganiayaan
Korban Penganiayaan Saddil Ramdani Cabut Laporan
Tiga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi di Seiberombang
Polisi Sita Ponsel Nanik S Deyang Terkait Hoax Penganiayaan Ratna
komentar
beritaTerbaru