Polres Pematangsiantar Perketat Pengamanan Distribusi BBM, Pastikan Pasokan di SPBU Aman
Pematangsiantar(harianSIB.com)Polres Pematangsiantar melalui jajaran Polsek melakukan monitoring sekaligus pengamanan distribusi bahan bakar
Tapteng(harianSIB.com)
Misteri kematian Boi Simamora mulai terang setelah Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi menggelar perkara di Satreskrim Polres Tapteng, Rabu (15/7/2026).
Agenda ini menghadirkan Dokter Forensik RSUD Pandan dr Binsar Lubis, kedua orangtua Boy Simamora, juga pengacara keluarga korban, gelar perkara digelar secara internal.
Dalam proses berlangsung sekitar 90 menit, penyidik memaparkan bukti dan hasil otopsi jenazah korban yang ditemukan di Sungai Saga Matua Sirandorung pada 28 Mei 2026 lalu.
Pengacara keluarga Boy Simamora, Parlaungan Silalahi, SH menyimpulkan sesuai yang disampaikan ahli forensik yang sudah dibacakan secara patologi.
Baca Juga:"Penyebab kematian Boy Simamora, mati lemas karena terhalangnya udara masuk ke paru-paru akibat trauma benda tumpul. Kemudian ditegaskan juga bukan karena dimakan atau diterkam buaya," ujarnya di Halaman Mapolres Tapteng ke wartawan, Rabu (16/7/2026) sore.
Dikatakan, hasil forensik yang sudah diungkap menyatakan tak ada identik sama sekali bekas gigitan buaya yang ditemukan di tubuh Boy Simamora.
"Buaya punya gigi dan lebih panjang dari gigi hewan lain. Artinya di sini ada terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan. Kami tidak bisa memastikan sekarang siapa pelakunya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Parlaungan juga meminta kepada kepolisian agar memanggil lima orang teman Boy Simamora yang sewaktu kejadian sempat bersama-sama di areal kebun sawit di Sirandorung.
Dihelaskan Parlaungan Silalahi, asumsi publik yang menyebutkan Boi Simamora meninggal karena diserang buaya berawal dari pengakuan seorang warga berinisial TS melihat sosok manusia dimakan buaya di Sungai Sirandorung.
"Dia adalah orang yang pertama kali melihat ada sesosok mayat dan kemudian buaya mencicipinya. Tapi dia tidak menyatakan bahwa itu adalah Boy Simamora. Kami minta dia dipanggil dalam waktu 2x24 jam," tegasnya.
Bahkan, pernyataan TS mulanya membuat keluarga Boi Simamora percaya dengan perkataan saksi, namun pada akhirnya muncul banyak kejanggalan yang membuat kedua orangtuanya mulai curiga.
Dalam kesempatan ini, Ayah Boi Simamora Saudara Lamsehat Simamora mengaku lega akhirnya penyebab kematian anak sulungnya itu dimakan buaya itu terpatahkan dan mulai mengungkap tabir baru.
Dalam kesempatan itu, pria berusia 46 tahun ini bermohon agar Kapolres Tapanuli Tengah AKBPj Muhammad Alan Haikel agar mendalami perkara kematian Boy Simamora yang sudah mengarah ke dugaan pembunuhan, bukan lagi karena dimakan buaya.
"Agar bapak Kapolres mengusut tuntas kasus ini karena anak kami ini bukan dimakan buaya," katanya didampingi istri dan kerabat lainnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah Iptu Dian Agustian Perdana membacakan hasil forensik penyebab kematian Boy Simamora.
"Ketika masuk ke dalam air masih dalam keadaan hidup. Kemungkinan besar juga ketika berada di dalam air, seperti trauma akibat benda tumpul," katanya.
Disinggung soal akibat buaya, Dian kembali lagi menungkit sosok saksi yang melihat Boy Simamora dimakan buaya di Sungai Saga.
"Saksi sudah kami mintai keterangan. Dokter menyatakan ada bekas gigitan, tapi karena tidak melihat langsung, dia tidak bisa menyimpulkan digigit hewan apa," sebutnya.
Dian kemudian menjelaskan tindak lanjut Polres Tapanuli Tengah usai melakukan gelar perkara akan tetap melanjutkan penyelidikan terhadap tewasnya Boy Simamora, agar semakin terang benderang.
"Kami juga akan mendatangi lokasi-lokasi yang bisa menguatkan dalam perkara ini," pungkasnya.
Sampai saat ini, Polres Tapanuli Tengah sudah memeriksa 20 saksi, teman korban, keluarga hingga petugas keamanan PT Nauli Sawit. (**)
Pematangsiantar(harianSIB.com)Polres Pematangsiantar melalui jajaran Polsek melakukan monitoring sekaligus pengamanan distribusi bahan bakar
Kampungpajak(harianSIB.com)Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, menghadiri resepsi pernikahan dr. Adetya Indah Sa
Medan(harianSIB.com)Pertunjukan malam Seni dan Budaya Karo, &039mengguncang&039 Gedung Keong pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke5
Belawan(harianSIB.com)Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan dalam pe
Medan(harianSIB.com)Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Ditres PPA dan PPO) Polda Sumatera Utara bersama Dinas Pemberdayaan
Medan(harianSIB.com)Seorang karyawan tempat spa di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, ditangkap polisi. Ia di
Medan(harianSIB.com)Wagub Sumut Surya mengajak Republik Prancis memperkuat kemitraan strategis dengan Sumut melalui kerja sama di berbagai s
Labuhanbatu(harianSIB.com)Tim Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir menindak praktik penjualan minuman keras (miras) tanpa izin pada satu warung k
Medan(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menghentikan penuntutan kasus penganiayaan yang melibatkan seorang anak t
Medan(harianSIB.com)Polsek Medan Timur mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai penulis togel saat sedang merekap angka pasangan pe
Medan(harianSIB.com)Komitmen menghadirkan pelayanan keimigrasian yang semakin mudah dijangkau masyarakat terus diwujudkan Kantor Wilayah Dir
Nias(harianSIB.com)Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Pardin Harefa, menegaskan pentingnya peningkatan disiplin g