Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Keripik Talas Balado Ala Warga Nias Disukai Masyarakat, Dipuji Plt Gubsu

- Minggu, 27 Maret 2016 15:24 WIB
2.938 view
Keripik Talas Balado Ala Warga Nias Disukai Masyarakat, Dipuji Plt Gubsu
SIB/Odjak Laurentius Sihombing
CICIPI KERIPIK: Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi, didampingi Bupati Nias dan Bupati Nias Utara, mencicipi keripik kimpul buatan Adrianus Larosa yang dipasarkan di Kantor Pos Gunungsitoli, saat berkunjung ke Kepulauan Nias, baru-baru ini.
Gunungsitoli (SIB)- Keripik Kimpul Balado buatan warga Nias, Adrianus Larosa, memiliki cita rasa istimewa dan disukai banyak orang. Pasalnya, keripik ini terbuat dari talas atau keladi (kamumu) yang tidak mengandung banyak gula, sehingga bagus untuk cemilan.

Cita rasa Keripik Kimpul Balado ini juga mendapat pujian dari Plt Gubsu  Tengku Erry Nuradi. Saat itu, orang nomor satu di Sumut ini mencicipi keripik tersebut yang dijual di Kantor Pos Gunungsitoli.

Adrianus Larosa sudah memulai bisnis keripiknya sejak tinggal di Padang pada 2002. Namun, pada 2014, ia memutuskan kembali ke Nias untuk mengembangkan usaha keripiknya, sekaligus berpartisipasi membangun kampung halamannya dengan membuka lapangan kerja bagi warga Nias.

Usahanya pun tidak sia-sia. Keripik talas balado buatannya ternyata cukup digemari masyarakat, tidak hanya warga di Kepulauan Nias, tapi sudah menembus pasar sejumlah provinsi di Sumatera, yakni Sumut, Aceh, Sumatera Barat dan Riau.

Meski peminat keripiknya cukup tinggi, namun Larosa baru mampu memproduksi 200 bungkus per hari dengan tenaga kerja enam keluarga (satu keluarga empat orang).

Larosa memang sudah mendapatkan bantuan dari Pemko Gunungsitoli berupa mesin pres. Sehingga kemasan keripiknya cukup menarik dan dicantumkan waktu kadaluarsanya.

“Saya bercita-cita membesarkan usaha ini sehingga semakin banyak menyerap tenaga kerja. Hanya saja masih terkendala dana,” kata Pembina usaha Kimpul di Gunungsitoli itu.

Untuk mengembangkan usahanya, Larosa pun membuka lahan seluas dua hektare untuk menanam kamumu (talas).    Dengan begitu, bahan baku talas bisa terpenuhi dan tidak perlu didatangkan dari luar daerah.

Saat ini, Larosa harus merogoh koceknya sebesar Rp18 juta sebulan untuk membeli bahan baku keripik, sedangkan sebungkus keripiknya ukuran 1,5 Ons dijual seharga Rp12 ribu. (A34/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru