Seoul (SIB)- Dalam insiden tenggelamnya kapal feri Korea Selatan, kapten kapal dianggap sebagai sosok yang paling bertanggung jawab. Namun, rupanya kapten kapal Sewol, Lee Joon-Seok malah menyelamatkan diri terlebih dulu dan meninggalkan penumpangnya.
Sejumlah saksi mata menuturkan, kapten kapal masuk dalam rombongan pertama yang dievakuasi dari kapal yang membawa total 447 orang tersebut. Saat itu, kondisi kapal sudah mulai miring ke samping. Beberapa awak kapal dilaporkan ikut mengungsi bersama kapten kapal.
Ini sungguh miris karena Lee Joon-Seok meninggalkan ratusan penumpang, yang sebagian besar pelajar sekolah yang jelas-jelas masih ada di dalam kapal. Demikian seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (17/4). Kini, Joon-Seok berada dalam penahanan kepolisian setempat. Bahkan dilaporkan dia telah diinterogasi secara intensif oleh pihak berwenang di Korsel. Saat ditemui oleh wartawan setempat di kantor patroli pantai Korsel, kapten kapal ini menutup wajahnya dengan jaket abu-abu yang dikenakannya.
Tidak banyak hal yang disampaikannya. Di tengah kepungan kamera wartawan, Joon-Seok menyampaikan permohonan maaf. "Saya benar-benar minta maaf kepada para penumpang, korban dan keluarganya," ucapnya singkat. Penyebab tenggelamnya kapal feri yang tengah menuju Pulau Jeju tersebut masih belum diketahui. Beberapa penumpang selamat mengaku mendengar suara benturan keras dan kemudian gerakan kapal terhenti tiba-tiba. Informasi ini mengindikasikan bahwa kapal menabrak suatu obyek yang ada di dalam laut.
Menanggapi hal ini, Joon-Seok bersikeras bahwa kapal tersebut tidak menabrak batu di bawah laut. Namun dia tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Belum ada pasal pidana tertentu yang dijeratkan kepada kapten kapal terkait insiden ini. Namun testimoni sejumlah penumpang selamat soal awak kapal memicu kemarahan keluarga dan juga publik. Mereka mengaku diminta untuk tinggal di dalam kabin dan juga tempat duduk mereka ketika insiden terjadi.
"Kami harus menunggu hingga 30-40 menit sebelum awak kapal memberitahu kami untuk tetap diam. Kemudian semuanya miring dan orang-orang mulai berteriak dan berjuang untuk keluar," terang seorang pelajar sekolah yang berhasil selamat.
Sejauh ini dipastikan 9 orang tewas, dengan rincian 3 pelajar sekolah, 1 orang guru, dan seorang awak kapal yang dilaporkan kehilangan nyawanya saat berusaha menyelamatkan para penumpang. Sedangkan sebanyak 287 orang lainnya dinyatakan masih hilang. Masih belum diketahui pasti penyebab tenggelamnya kapal feri seberat 6.825 ton tersebut. Sejumlah penumpang selamat menuturkan adanya suara benturan keras yang diikuti dengan terhentinya pergerakan kapal. Dugaan sementar, kapal tersebut menabrak objek yang ada di dalam lautan.
Presiden Korsel DiteriakiPresiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye dihadapkan pada kemarahan para orangtua ratusan pelajar yang hilang dalam musibah kapal feri. Park pun tak henti-hentinya diteriaki para orangtua korban saat berlangsung pertemuan. "Apa yang Anda lakukan ketika orang-orang sekarat! Waktu terus berlalu," teriak seorang wanita kepada Park yang berdiri di atas podium di sebuah gedung olahraga di Pulau Jindo seperti diberitakan AFP, Kamis (17/4).
Park pun berupaya menenangkan para orangtua tersebut. Umumnya, kemarahan anggota keluarga korban diarahkan kepada kepala penjaga pantai Korsel, Kim Suk-Kyoon yang dianggap tidak berbuat maksimal untuk menemukan para penumpang yang hilang sejak kapal feri tenggelam pada Rabu, 16 April pagi waktu setempat.
Kim menyebut bahwa ada 550 penyelam yang terlibat dalam upaya pencarian. Namun Kim langsung disambut ejekan dan teriakan para anggota keluarga korban. Salah seorang berujar: "Tapi mereka semua tidak benar-benar turun ke air!"
Mendengar itu, Park pun berjanji bahwa semua upaya akan dilakukan untuk menemukan dan menyelamatkan para penumpang kapal yang masih hilang. "Saya pikir kita harus berupaya lebih keras untuk memastikan bahwa para keluarga tahu setiap detail apa yang terjadi," tandas Park. "Ini masalah kepercayaan dengan anggota keluarga. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan hingga orang terakhir," imbuhnya.
Bocah 6 Tahun Diselamatkan dari Kapal Feri yang TenggelamAda keajaiban di setiap kecelakaan yang terjadi. Seperti yang terjadi pada tragedi tenggelamnya sebuah kapal feri di Korea Selatan (Korsel). Seorang bocah enam tahun berhasil ditemukan selamat.
Kwon Ji-Yeon terpisah dari keluarganya ketika Kapal Feri Sewol tenggelam pada Rabu 16 April 2014. Kini dirinya dirawat di sebuah rumah sakit di wilayah Mokpo, tidak jauh dari Jindo.
Beberapa rekaman video menunjukkan bahwa bocah perempuan itu menggunakan jaket penyelamat ketika diselamatkan oleh regu penjaga pantai. Berdasarkan keterangan dari pihak petugas medis, Kwon tidak menderita cedera dalam.
Sementara pihak pencari masih terus melacak keberadaan orangtua dan kakak dari Kwon. Namun hingga kini belum bisa dikonfirmasi apakah keluarga dari Kwon masih hidup atau sudah tiada. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Kamis (17/4).
Karena diliput oleh media, banyak orang yang mencari tahu sanak keluarga Kwon. Akhirnya paman dari Kwon berhasil melakukan kontak dengannya.
Proses pencarian terhadap korban kecelakaan kapal feri masih terus dilakukan oleh penjaga pantai dan Angkatan Laut Korsel. Hingga saat ini, dipastikan 290 orang masih hilang. Kapal Feri Sewol dikabarkan mengangkut sekira 450 penumpang. Sembilan orang dinyatakan tewas, sementara 179 lainnya berhasil diselamatkan.
(AFP/Rtr/dtc/okz/h)