Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Ratusan Militan Kuasai Kota Terbesar Kedua di Irak, Tentara Kabur

* Dua Bom Tewaskan 21 Orang di Irak
- Rabu, 11 Juni 2014 11:38 WIB
334 view
Ratusan Militan Kuasai Kota Terbesar Kedua di Irak, Tentara Kabur
Baghdad (SIB)- Kelompok bersenjata menguasai Mosul, kota terbesar kedua di Irak. Pasukan Irak meninggalkan pos-pos mereka dan bahkan melepas seragam mereka setelah ratusan militan datang menyerbu.

Kota Mosul yang mayoritas penduduknya warga Sunni, berada sekitar 350 kilometer sebelah utara ibukota Baghdad. Kota ini telah lama menjadi basis militan dan merupakan salah satu wilayah paling berbahaya di Irak. "Kota Mosul saat ini berada di luar kendali negara dan ada di tangan para militan," kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak seperti dikutip AFP, Selasa (10/6).

Dikatakan pejabat yang tidak disebutkan namanya itu, para tentara di kota tersebut telah kabur meninggalkan pos-pos mereka setelah melepaskan seragam militer mereka.

Menurut pejabat tersebut, para pria bersenjata tersebut merupakan warga Sunni. Dengan menggunakan pengeras suara, kelompok bersenjata tersebut mengumumkan bahwa mereka datang "untuk membebaskan Mosul dan hanya akan melawan mereka yang menyerang mereka."

Seorang pejabat militer setempat mengatakan, pasukan Irak di Mosul bertempur melawan ratusan militan dari kelompok jihadis Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) sejak Senin, 9 Juni malam waktu setempat. Unit-unit militer kemudian mundur dari bagian timur kota tersebut menuju bagian barat Mosul, sebelum akhirnya meninggalkan kota tersebut. Maka jadilah kini para militan menguasai Mosul.

Kota Mosul merupakan kota kedua di Irak yang kini berada di bawah kendali para militan. Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah Irak juga kehilangan kendali atas kota Fallujah, yang berada tak jauh dari ibukota Baghdad.

Dua Bom Tewaskan 21 Orang di Irak

Paling tidak 21 orang tewas karena dua bom yang menargetkan kantor-kantor dua partai politik Kurdi di Irak utara. Sumber pemerintahan mengatakan bom mobil meledak di satu pos pemeriksaan di dekat markas Serikat Patriotik Kurdistan (PUK) dan Partai Komunis Kurdistan di Tuz Khurmatu.

Saat penduduk berkumpul di tempat kejadian, bom truk diledakkan, Senin 9 Juni. Sehari sebelumnya, Minggu (08/06) paling tidak 17 orang tewas karena pemboman di kantor PUK dan gedung keamanan Kurdi di Jalawla. Negara Islam di dan Levant (ISIS) dilaporkan mengakui bertanggungjawab atas serangan hari Minggu dan Senin.

Pemerintah Irak menyalahkan kelompok militan jihad, yang juga beroperasi di negara tetangga Suriah, atas peningkatan kekerasan sektarian. Sekitar 800 warga Irak, termasuk 603 warga sipil, tewas karena serangan bulan Mei, menurut data PBB. Sementara tahun lalu jumlaj yang tewas mencapai 8.860 jiwa. Hari Sabtu pekan lalu, orang-orang yang diduga anggota milisi ISIS menyandera ratusan orang di Universitas Anbar di Ramadi.

Mereka semua diperkirakan dibebaskan karena serangan pasukan keamanan, tetapi hari Senin pimpinan dewan provinsi Anbar, Sabah al-Karhout mengatakan kepada para wartawan 15 anggotanya masih hilang. Sebagian wilayah Ramadi, yang merupakan ibukota provinsi Anbar, dan sebagian besar kota di dekatnya, Falluja, dikuasai ISIS dan sekutunya sejak akhir Desember. (AFP/BBC/dtc/c)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru