Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Pemerintah AS Ajukan Dana Perang Hampir 60 Miliar Dolar

* Rp 6 Triliun Untuk Latih Pemberontak Suriah
- Sabtu, 28 Juni 2014 15:49 WIB
305 view
 Pemerintah AS Ajukan Dana Perang Hampir 60 Miliar Dolar
SIB/ AP Photo/Vincent Yu
Ratusan pengacara Hong Kong lawyers berunjukrasa, Jumat (27/6), memprotes pernyataan kebijakan Beijing yang menganggap remeh peraturan perundang-undangan negara bekas koloni Inggris tersebut.
Washington (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Kongres AS untuk menyetujui dana US$ 500 juta (sekitar Rp 6 triliun) guna melatih dan mempersenjatai para pemberontak Suriah. Ini akan menjadi eskalasi keterlibatan AS dalam konflik tak berkesudahan di Suriah. Permintaan dana ini disampaikan Gedung Putih setelah berbulan-bulan mendapat desakan dari para anggota parlemen AS untuk meningkatkan dukungan AS bagi para pemberontak Suriah.

Gedung Putih menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/6), dana tersebut akan digunakan untuk mendanai elemen-elemen moderat oposisi bersenjata Suriah. Ini dilakukan agar oposisi bisa membantu membela rakyat Suriah, menstabilkan wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali pemberontak, menangkal ancaman teroris dan menciptakan kondisi untuk negosiasi guna mencapai solusi. Obama, dalam sebuah surat kepada ketua parlemen AS, John Boehner, juga mengajukan 58,6 miliar dolar untuk perang di Afghanistan dan aktivitas militer di luar negeri lainnya, permintaan dana-perang terkecil Pentagon dalam satu dekade.

Proposal ini merupakan bagian dari permintaan dana operasi kontigensi luar negeri sebesar total US$ 65,8 miliar kepada Kongres AS untuk tahun fiskal 2015, yang akan dimulai 1 Oktober mendatang. Dalam statemen terpisah, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Caitlin Hayden menyatakan, pendanaan ini akan meningkatkan upaya pemerintah AS untuk memperkuat oposisi moderat Suriah.

Meski begitu dikatakan Hayden, pemerintah AS tetap yakin bahwa tak ada solusi militer untuk krisis Suriah dan bahwa AS tidak akan mengirimkan pasukan tempurnya ke Suriah. Konflik Suriah telah pecah sejak Maret 2011 lalu. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 160 ribu orang telah tewas selama konflik berkepanjangan itu.

Permintaan kepada Boehner juga termasuk 1,4 miliar dalam dana operasi-operasi kontigensi untuk Departemen Luar Negeri, sehingga total yang diajukan kementerian itu 7,3 miliar dolar. Departemen Luar Negeri telah mengajukan 5,9 miliar dolar untuk operasi di luar negeri dalam anggaran bulan Februari.

Pengajuan dana operasi kontigensi pada Kamis termasuk 5 miliar dolar untuk Dana Kemitraan Kontraterorisme baru dan 1 miliar dolar untuk Reasuransi Inisiatif Eropa. Sekitar 5 miliar dolar dari total akan dialokasikan untuk anggaran Pentagon dan sisanya untuk Departemen Luar Negeri. Gedung Putih mengatakan dana kontraterorisme akan digunakan untuk merespon ancaman yang muncul dengan "memberdayakan dan memungkinkan mitra kami di seluruh dunia."

Sekitar 2,5 miliar dolar akan digunakan untuk melatih dan memperlengkapi negara-negara memerangi kelompok teroris yang mengancam Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Dana tersebut, misalnya, akan menutupi biaya pengiriman pasukan komando AS untuk melatih pasukan di negara-negara lain.

Pemerintah mengajukan pengeluaran sampai 140 juta dolar untuk bantuan kepada Baghdad, termasuk pelatihan non-operasional membantu mengatasi kekurangan pasukan Irak dalam pengumpulan intelijen, kedaulatan udara, logistik, pemeliharaan dan operasi pasukan gabungan.

Senator Carl Levin, Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat, yang menyambut baik pengajuan itu, mengatakan 500 juta dolar untuk mendukung anggota oposisi Suriah telah disepakati anggota panelnya.

Buck McKeon, ketua Komite Angkatan Bersenjata di DPR AS, mengatakan panel itu akan memeriksa permintaan dengan ketat, terutama dana kontraterorisme baru dan memperingatkan: "Kongres bukan stempel karet."

BUBARKAN KOMANDO MILITER TENTARA PEMBEBASAN SURIAH

Pemerintah oposisi Suriah membubarkan komando militer Tentara Pembebasan Suriah (FSA) Kamis malam atas tuduhan korupsi.

Satu pernyataan pemerintah oposisi mengatakan pemimpinnya Ahmad Tohme "memutuskan membubarkan Dewan Militer Tinggi dan mengajukan para anggotanya ke komite keuangan dan administrasi pemerintah oposisi untuk diperiksa".

Keputusan itu dibuat di tengah-tengah laporan luas menyangkut korupsi dalam jajaran FSA, yang didukung pemerintah Barat dan Arab  dalam perangnya untuk menggulingkan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Pemerintah di pengasingan itu  mengatakan pihaknya juga memecat kepala staf  FSA Brigjen Abdelilah al-Bashir.

Pemerintah oposisi menyerukan "kekuatan revolusioner di lapangan" membentuk dalam sebulan satu dewan pertahanan baru dan menyusun kembali secara penuh komando militer tentara pemberontak.

Pengumuman di Facebook itu datang saat Presiden AS Barack Obama meminta Kongres menyetujui dana 500 juta dolar untuk melatih dan melengkapi senjata "opsisi Suriah yang berhaluan moderat".

Sekitar 287 juta dolar sebagian besar bantuan non-senjata  telah diberikan kepada pemberontak sejak Maret 2011, dan CIA (Badan Intelijen Pusat) AS ikut serta dalam satu program pelatihan militer terselubung di negara tetangga Jordania bagi opsisi berhaluan moderat. (detikcom/Ant/AFP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru