Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Gelar Latihan Perang, Taiwan Simulasikan Diserang Tentara China

* AS Kirim 2 Pesawat Pengebom ke Laut China Selatan
- Jumat, 19 Oktober 2018 13:32 WIB
499 view
Taipei (SIB) -Taiwan telah menggelar latihan perang selama dua hari sejak Selasa (16/10). Latihan perang tersebut mensimulasikan serangan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari China. Latihan perang itu turut mengerahkan jet tempur, helikopter, dan sejumlah besar pasukan untuk melawan invasi oleh pesawat tempur dari kapal induk PLA, Liaoning, yang bertujuan menghancurkan pangkalan militer di pantai timur. 

"Latihan selama dua hari dengan kode Joint-Electronic 107-2 ditujukan untuk menguji kesiapan tempur pasukan kami dan melihat kemampuan mereka dalam mengatasi serangan musuh dalam perang menggunakan senjata api maupun elektronik," kata pejabat militer.

Pejabat tersebut menjelaskan, kapal tempur pendukung, Panshi, telah ditempatkan di lepas pantai timur dan bertindak seolah-olah sebagai kapal musuh, menggunakan radar dan sistem komunikasi lainnya untuk mengganggu operasi pasukan. Kemudian angkatan udara Taiwan meluncurkan pesawat tempur F-16 dari Pangkalan Udara Chiashan untuk mencegat jet tempur PLA dan membombardir pasukan tempur musuh. 

Pejabat tersebut juga menerangkan bahwa latihan perang itu dirancang untuk memperkuat kemampuan militer dalam menahan serangan udara dan elektronik yang terkoordinasi dari PLA. Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, sebelum latihan perang digelar, militer telah menguji kemampuan kapal perangnya, termasuk kapal angkatan laut Chengkung, Kidd dan Lafayette di lepas pantai Hualien.

Taiwan juga telah mengadakan sejumlah latihan militer, termasuk latihan gabungan darat dan udara pada malam peringatan hari nasional pada 9 Oktober lalu, serta dua kali latihan persiapan pada 11 dan 12 Oktober di wilayah timur. Media setempat memperkirakan, sejumlah latihan tersebut sebagai persiapan untuk latihan gabungan berskala besar yang sedang dipersiapkan AS di Laut China Selatan dan Selat Taiwan November mendatang. 

Sementara menurut CNN, armada Angkatan Laut Pasifik AS telah merekomendasikan serangkaian operasi di seluruh dunia selama sepekan pada bulan November untuk menunjukkan kepada China bahwa AS siap terlibat secara militer. Rencana tersebut secara khusus termasuk merekomendasikan pengiriman kapal dan pesawat melewati dekat wilayah perairan China di Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Namun Kementerian Pertahaan Taiwan menolak laporan tersebut sebagai sebatas spekulasi dan menekankan bahwa latihan militernya merupakan latihan rutin yang telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai jadwal. Kantor berita semi resmi Taiwan, CNA, melaporkan tujuan latihan simulasi adalah untuk mengukur kesiapan dalam peristiwa militer China menyerang Taiwan, infrastrukturnya atau pulau-pulau dan wilayah terpencil di Laut China Selatan.

Kirim 2 Pesawat Pengebom
Dua pesawat pengebom B-52 milik Amerika Serikat (AS) kembali mengudara di dekat pulau-pulau buatan yang ada di wilayah Laut China Selatan. Aktivitas semacam ini dilakukan di tengah ketegangan AS dan China.

Pernyataan dari Komando Pasifik Angkatan Udara AS menyebut aktivitas dua pesawat pengebom Stratofortress B-52H milik AS, yang bermarkas di Guam, itu merupakan bagian dari operasi rutin bernama 'Continuous Bomber Presence'. Operasi itu diketahui telah dilakukan Komando Indo-Pasifik AS sejak Maret 2004 lalu. "Berpartisipasi dalam misi pelatihan rutin di lokasi sekitar Laut China Selatan," sebut Komando Pasifik Angkatan Udara AS dalam pernyataannya.

Pentagon tidak mengonfirmasi pulau mana yang sempat dilalui dua pesawat pengebom B-52 itu saat mengudara. Namun diketahui bahwa ketegangan beberapa waktu terakhir fokus pada Spratly Islands, gugusan kepulauan di antara Filipina, Malaysia dan Vietnam bagian selatan.

Diketahui bahwa militer AS memang secara rutin menerbangkan pesawat militernya di perairan Laut China Selatan, yang menjadi sengketa beberapa negara. Aktivitas AS semacam ini kerap menjadi persoalan sensitif bagi otoritas China.

Terlebih ketika pesawat-pesawat militer AS itu mengudara di dekat area-area yang menjadi lokasi pulau buatan yang dibangun otoritas China beberapa waktu lalu. Diketahui bahwa China juga membangun fasilitas-fasilitas militer di pulau buatan itu meski masih ada sengketa.

"Misi ini konsisten dengan hukum internasional dan komitmen Amerika Serikat sejak lama untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," sebut Komando Pasifik Angkatan Udara AS dalam pernyataannya.

"China telah dengan sukses memiliterisasi beberapa pos keamanan dan perilaku mereka menjadi semakin asertif dan kami berupaya memberikan respons yang pantas," imbuh Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Keamanan Asia dan Pasifik, Randall Schriver, dalam pernyataan terpisah. (Detikcom/Kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru