Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Proses Sidang Pemakzulan Trump Dimulai, Para Senator AS Disumpah

Redaksi - Sabtu, 18 Januari 2020 18:51 WIB
219 view
Proses Sidang Pemakzulan Trump Dimulai, Para Senator AS Disumpah
dailymail
DISUMPAH : Para senator AS berjumlah 100 orang diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung AS,John Roberts,Kamis (16/1),untuk menjadi juri yang menjunjung tinggi 'keadilan yang tidak memihak' dalam sidang pemakzulan Presiden Donald Trump.
Washington (SIB)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa sidang pemakzulan dirinya yang akan digelar di Senat akan berlangsung sangat cepat. Sekali lagi, Trump menyangkal dakwaan penyalahgunaan kekuasaan yang dijeratkan terhadapnya, yang disebutnya sebagai 'hoax'.

"Saya pikir itu (sidang pemakzulan-red) harus berlangsung sangat cepat," ucap Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jumat (17/1). "Itu sungguh-sungguh partisan," imbuhnya. "Itu adalah hoax. Itu adalah hoax dan semua orang tahu itu hoax total," cetus Trump.

Trump optimistis mayoritas anggota Senat yang berasal dari Partai Republik akan tetap berada di pihaknya alih-alih menjatuhkannya. Komposisi senator fraksi Republik dan Demokrat saat ini adalah 53 anggota dan 47 orang.

"Saya akan pergi ke Davos untuk bertemu para pemimpin bisnis terbesar di dunia dan beberapa pemimpin asing," ucap Trump kepada media di Gedung Putih. "Kita sedang dikenal. Setiap pemimpin dunia tengah menaruh perhatian ke saya dan mengatakan 'Apa yang sudah kamu lakukan? Ini merupakan hal luar biasa yang kita semua bisa lihat," imbuhnya

Komentar itu disampaikannya setelah para Senator AS diambil sumpahnya untuk menjadi juri yang menjunjung tinggi 'keadilan yang tidak memihak' dalam sidang pemakzulan yang akan resmi dimulai pada Selasa (21/1) pekan depan.

Pengambilan sumpah untuk para Senator AS ini dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts.yang akan memimpin jalannya sidang pemakzulan dan memastikan persidangan digelar dengan mematuhi aturan yang berlaku. Roberts sebagai hakim agung AS sebelumnya menegaskan hakim bukanlah politikus dan dia akan menjadi 'wasit' dalam sidang pemakzulan ini. Dari total 100 Senator AS, satu Senator Republikan, James Inhofe, absen karena ada urusan darurat medis keluarga.

Hakim agung Roberts mengambil sumpah 99 Senator AS yang hadir di ruang sidang Senat AS di Gedung Capitol. Situasi sangat tenang, yang tergolong pemandangan tidak biasa di ruang sidang Senat AS, dengan siapa saja dilarang berbicara maupun menggunakan telepon genggam.

"Akankah semua Senator kini berdiri dan tetap berdiri dan mengangkat tangan kanan mereka," ucap Roberts. "Apakah Anda benar-benar bersumpah dalam semua hal yang berkaitan dengan sidang pemakzulan Donald John Trump, Presiden Amerika Serikat, yang sekarang tertunda, Anda akan mempraktikkan keadilan yang tidak memihak sesuai dengan Konstitusi dan aturan hukum, jadi tolonglah Tuhan?" ujarnya Roberts saat mengambil sumpah para Senator AS. Para Senator AS secara serentak menjawab: "I do." Setelah itu, para Senator berbaris untuk menandatangani buku sumpah.

Sebelum momen pengambilan sumpah, Adam Schiff -- Ketua Komisi Intelijen House of Representatives (HOR) DPR AS yang akan menjadi ketua jaksa dalam sidang pemakzulan ini -- membacakan dua dakwaan yang dijeratkan terhadap Trump secara lantang.

Dua pasal pemakzulan yang dijeratkan kepada Trump terdiri atas pasal penyalah-gunaan kekuasaan dan pasal menghalangi Kongres AS. Kedua pasal itu terkait dengan aksi Trump yang secara diam-diam menahan bantuan militer untuk Ukraina demi menekan pemerintah Ukraina menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang berpotensi menjadi penantang Trump dalam pilpres 2020.
Senat AS nantinya akan merilis surat pemanggilan resmi kepada Gedung Putih untuk hadir dalam sidang. Argumen pembuka akan disampaikan mulai Selasa (21/1) mendatang. Diperkirakan sidang pemakzulan Trump akan berlangsung selama dua pekan.

Sidang pemakzulan Trump ini akan menjadi sidang pemakzulan ketiga yang digelar dalam sejarah AS, setelah Andrew Johnson tahun 1868 dan Bill Clinton tahun 1999. Sidang ini tidak hanya akan menguji kepresidenan Trump, tapi juga menguji tiga cabang kekuasaan AS dan sistem check-and-balance di negara adikuasa tersebut.

Trump dimakzulkan oleh DPR AS, yang didominasi Partai Demokrat, pada 18 Desember lalu. Saat proses pemakzulan kini bergulir ke Senat AS yang didominasi Partai Republik, Trump diperkirakan akan dibebaskan dari dakwaan. (Detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru