Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 22:17 WIB
1.528 view
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia
dailymail
Putra Mahkota Arab Saudi,Mohammed bin Salman (kiri),seperti dikutip Bussiness Insider Selasa(21/1),disebut meretas ponsel Jeff Bezos pada 2018.
Washington (SIB)
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, disebut meretas ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, pada 2018. Kabar itu diungkapkan media Inggris The Guardian, yang mengutip sejumlah sumber dalam penyelidikan, seperti dikutip Business Insider Selasa (21/1).

Namun pemerintah Saudi lewat kedubesnya di Washington membantah laporan tersebut. "Laporan media terbaru bahwa kerajaan berada di belakang peretasan telepon Tuan Jeff Bezos sangatlah absurd," kata Kedubes Saudi di Twitter. "Kami menyerukan agar diadakan investigasi atas klaim tersebut, sehingga kami bisa mendapatkan seluruh faktanya," ujar kedubes.

Dalam laporan itu, Jeff Bezos disebut bertukar pesan dengan Putra Mahkota Arab Saudi yang akrab disapa MBS itu pada 2018 di WhatsApp. Ketika sedang bertukar pesan, sebuah video, diduga berisi virus, kemudian dikirimkan MBS ke ponsel bos Amazon itu. "Data dalam jumlah besar diambil dari ponsel Bezos hanya dalam hitungan jam," ulas The Guardian, tanpa menjabarkan data apa yang diambil.

Bos Amazon dengan total kekayaan 115,6 miliar dollar AS, sekitar Rp 1.577 triliun, baru mengetahui ponselnya diretas saat membukanya. Bezos memutuskan menginvestigasi ponselnya pada Januari 2019 setelah The National Enquirer menerbitkan tuduhan perselingkuhannya. Menyusul publikasi tuduhan tersebut, Bezos, dalam tulisannya di Medium, menuduh induk The National Enquirer, American Media Inc (AMI), berusaha memerasnya. "Tentu saya tidak ingin foto pribadi saya tersebar. Namun, saya tidak akan menuruti praktik pemerasan mereka," tegasnya.

AMI membantah berusaha memeras orang terkaya dunia itu, dan mengklaim mereka mendapatkannya dari saudara pacar Bezos. Namun Kepala Keamanan Bezos, Gavin de Becker, Maret 2019 lalu menyebut Arab Saudi punya akses ke ponsel majikannya, dan mendapat informasi pribadi. Dia mencurigai David Pecker, CEO AMI, yang mempunyai hubungan dengan Putra Mahkota Saudi ketika kisah itu dipublikasikan.

Berdasarkan laporan The Guardian, kemungkinan Riyadh meretas Bezos dikarenakan dia mempunyai harian The Washington Post. The Post merupakan koran tempat Jamal Khashoggi bekerja. Dia adalah jurnalis yang dibunuh di Turki pada 2 Oktober 2018. Saat itu, Khashoggi dibunuh dan mayatnya diduga dilenyapkan dengan cairan asam ketika mengurus dokumen pernikahan di kantor Konsulat Saudi di Istanbul. MBS dicurigai sebagai dalang pembunuhan tersebut. Sebabnya, Khashoggi merupakan sosok yang vokal mengkritik Kerajaan Saudi. Saat dikonfirmasi, baik pemerintah Saudi maupun juru bicara Bezos belum melontarkan komentar atas kabar dua tahun lalu tersebut. (kps/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru