Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Anggota Parlemen Iran Tawarkan Rp 40 M untuk Bunuh Trump

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 22:20 WIB
199 view
Anggota Parlemen Iran Tawarkan Rp 40 M untuk Bunuh  Trump
detak.co
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Teheran (SIB)
Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 miliar) kepada 'siapa saja yang bisa membunuh' Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk membalas kematian jenderal top Qasem Soleimani. Seperti dilaporkan kantor berita ISNA dan dilansir AFP, Rabu (22/1), tawaran itu disampaikan oleh Ahmad Hamzeh yang merupakan anggota parlemen, atau yang biasa disebut sebagai 'Majlis' di Iran, yang tidak terlalu dikenal publik. Dia diketahui mewakili wilayah Kahnouj, dekat Kerman.

Tawaran imbalan sebesar US$ 3 juta itu disampaikan Hamzeh mewakili warga Kerman, yang merupakan kampung halaman Soleimani dan tempat dia dimakamkan. "Kami akan memberikan US$ 3 juta kepada siapa saja yang membunuh Trump," ucap Hamzeh seperti dikutip ISNA. Tidak disebutkan lebih lanjut oleh Hamzeh soal siapa yang akan membayar uang imbalan tersebut.

Hamzeh tidak mengatakan jika gagasan hadiah mendapat dukungan resmi dari penguasa ulama Iran. Ia menyampaikan tawaran tersebut saat berbicara kepada parlemen yang memiliki 290 kursi, atau Majelis. Hamzeh juga mengatakan Iran harus mulai memproduksi senjata nuklir dan sistem pengiriman untuk melindungi dirinya sendiri. "Jika kita memiliki senjata nuklir hari ini, kita akan dilindungi dari ancaman ... Kita harus menempatkan produksi rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak yang tidak konvensional dalam agenda kita. Ini adalah hak alami kita," imbuh Hamzeh.

Diketahui bahwa tawaran ini disampaikan Hamzeh sekitar sebulan sebelum digelarnya pemilu parlemen. Tidak diketahui motif Hamzeh memberikan tawaran tersebut. Soleimani yang menjabat Komandan Pasukan Quds Iran merupakan salah satu sosok paling dikenal oleh publik Iran. Dia tewas dalam serangan drone militer AS di luar Bandara Baghdad di Irak pada 3 Januari lalu. Trump telah mengakui bahwa dirinya yang memerintahkan serangan terhadap Soleimani.

Saat ditanya wartawan di Jenewa, Swiss, soal tawaran Hamzeh itu, Duta Besar AS untuk Konferensi Perlucutan Senjata, Robert Wood, menyebutnya 'konyol'. "Namun itu menunjukkan kepada Anda soal sifat teroris yang mendasari rezim itu dan bahwa rezim itu perlu mengubah perilakunya," ucapnya.

Sebelumnya, beredar sebuah kabar bahwa Iran menawarkan uang USD 80 juta (Rp 1,1 triliun) untuk kepala Trump. Namun, faktanya tidak sesederhana itu. Menurut laporan situs anti-hoaks Snopes, bayaran USD 80 juta itu hanya berasal dari seorang pemberi euologi (ucapan penghormatan) di pemakanan Qassem Soleimani. Angka USD 80 juta mewakili jumlah rakyat Iran.

"Kita 80 juta warga Iran, jika masing-masing dari kita menyumbang satu dolar Amerika, kita akan memiliki 80 juta dolar Amerika, dan kita akan menghadiahkan uang itu ke siapapun yang membawakan kepalanya (Trump)," ujar pengucap eulogi tersebut.

Ucapannya pun terekam TV nasional Iran. Namun, ucapannya bukanlah merupakan pernyataan resmi pemerintah Iran. Beberapa media pun mengabarkan ada hadiah dari Iran bagi kepala Donald Trump. Pernyataan itu pun viral di Twitter. (Detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru