Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Presiden Prancis Cekcok dengan Petugas Keamanan Israel

Redaksi - Jumat, 24 Januari 2020 15:20 WIB
600 view
 Presiden Prancis Cekcok dengan Petugas Keamanan Israel
AFP via Getty Images
Presiden Prancis Emmanuel Macron ribut dengan petugas keamanan Israel untuk segera meninggalkan Gereja Santa Anna yang berada di Kota Tua Yerusalem,Rabu(22/1).

Yerusalem (SIB)
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sempat murka dan mengusir petugas keamanan Israel ketika berkunjung ke Gereja Santa Ana yang berada di Kota Tua Yerusalem. Dia merasa pengamanan yang dilakukan berlebihan karena aparat Israel mengikutinya hingga masuk ke gereja yang masih dianggap sebagai wilayah kepemilikan Prancis. "Semua orang tahu aturan. Saya tidak suka dengan apa yang Anda lakukan di depan saya. Pergi keluar!," kata Macron sambil berteriak, seperti dilansir CNN, Kamis (23/1).


Insiden tersebut terjadi di sela-sela kehadiran Macron di Israel untuk memperingati 75 tahun pembantaian etnis Yahudi (Holocaust) oleh pasukan Nazi. Dia kesal karena sudah dikawal oleh sejumlah pasukan pengamanan presiden. Pertemuan yang digelar di Yerusalem itu akan dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, serta Pangeran Charles dari Inggris.


Gereja Katolik Roma tersebut--yang didirikan pada abad ke-12--dihadiahkan oleh Sultan Ottoman kepada Napoleon III pada 1856. "Tolong hormati peraturan, mereka sudah berdiri berabad-abad. Saya tidak akan mengubah apapun, saya jamin itu," ujar Macron.
Kendati begitu, Macron lantas meminta maaf atas kejadian tersebut usai menyelesaikan kunjungan ke gereja. Akan tetapi, Badan Keamanan Israel (ISA) mengklaim proses pengamanan itu sudah sesuai prosedur. "Sesuai perjanjian yang dibuat sebelumnya, aparat ISA dan polisi akan mengawal presiden Prancis dan rombongannya ke dalam," demikian isi pernyataan ISA.


Prancis sampai saat ini tidak mengakui pendudukan Israel di Yerusalem. Hal itu ditentang oleh Israel. "Gereja Santa Ana adalah properti milik Prancis di Yerusalem. Semua tergantung Prancis untuk menjaga properti tersebut di kota ini. Aparat keamanan Israel mencoba masuk tetapi proses pengamanan sudah dilakukan pasukan Prancis. Presiden hanya bereaksi untuk menengahi salah paham antara aparat Israel dan Prancis saat hendak memasuki Santa Ana, dan mengingatkan bahwa aturan tetap harus dilakukan," demikian isi pernyataan Istana Kepresidenan Prancis.


Para diplomat Prancis memperingatkan bahwa mereka ingin mendapat sedikit ruang selama perjalanan Macron. Sebelumnya, pertengkaran berbeda terjadi saat polisi Israel berupaya masuk St Anne sebelum kunjungan Macron. Macron mengunjungi St Anne sebagai kunjungan simbolis menegaskan pengaruh historis Paris di wilayah itu.


Sebelumnya, Macron berjalan-jalan di Kota Tua, berbincang dengan para pedagang dan singgah di Gereja Makam Suci. Dia juga mengunjungi Suaka Mulia Muslim di Yerusalem yang didalamnya ada masjid Al Aqsa, lokasi yang oleh Yahudi disebut Temple Mount dan Dinding Barat agama Yahudi.


Insiden pernah terjadi pada 1996, saat mantan Presiden Prancis Jacques Chirac kehilangan kesabaran pada agen keamanan Israel di gereja yang sama, mengatakan pada salah satunya bahwa perlakuan ini merupakan "provokasi". Chirac bahkan mengancam kembali ke pesawatnya. Chirac menolak masuk Gereja St Anne hingga aparat keamanan Israel meninggalkan lokasi itu. (CNNI/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru