Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Facebook Putuskan Hapus Iklan Kampanye Donald Trump

* Bloomberg Janji Pakai Kekayaannya Demi Kalahkan Donald Trump
Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2020 15:18 WIB
196 view
Facebook Putuskan Hapus Iklan Kampanye Donald Trump
republika
Ilustrasi : facebook
San Fransisco (SIB)
Facebook menghapus iklan kampanye pemilihan presiden Donald Trump yang meminta pengguna untuk mengisi 'Sensus Resmi Distrik Kongresional 2020'. Facebook menilai iklan itu melanggar kebijakan perusahaan mereka karena menampilkan sensus palsu.

Buletin online Popular Information yang pertama kali melaporkan iklan tersebut. Mereka mengatakan awalnya Facebook menilai iklan itu tidak melanggar kebijakan mereka.

Pada Jumat (6/3), para advokat hak sipil mengatakan mereka mendorong Facebook menghapus iklan itu. Lalu, Facebook mengkonfirmasi mereka akan meninjau ulang. Iklan yang tampil di halaman akun Trump dan Wakil Presiden Mike Pence bertaut ke survei yang ada di situs resmi kampanye Trump. Situs itu tim kampanye Trump meminta donasi.

Facebook dikritik karena membiarkan politisi menampilkan iklan yang menyesatkan. Pada Desember, perusahaan media sosial itu mengatakan akan melarang iklan yang mengarah pada sensus partisipasi terbatas AS.

Pejabat dan anggota Kongres AS khawatir sensus semacam itu dapat digunakan untuk tujuan menyebarkan informasi palsu yang mengganggu perhitungan populasi. Facebook mengatakan mereka telah menegakan peraturan tersebut.

Sebelum Facebook memutuskan menghapus iklan Trump, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengkritik keras perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu. Pelosi mengatakan ia memahami motif bisnis Facebook.

Sementara itu mantan kandidat calon presiden dan miliuner Michael Bloomberg akan membentuk kelompok independen untuk membantu pemenang pencalonan presiden dari Partai Demokrat. Ia ingin memenuhi janji menggunakan kekayaan pribadinya untuk mengalahkan Donald Trump pada pemilihan presiden. Mantan wali kota New York itu diperkirakan memiliki kekayaan sebesar 60 miliar dolar AS. Kabar pembentukan kelompok independen itu muncul setelah Bloomberg mundur dari kompetisi calon presiden pada Rabu (4/3) lalu.

Organisasi independen tersebut akan mempekerjakan mantan staf kampanye Bloomberg yang ia bangun selama berbulan-bulan. Selama kampanye Bloomberg menghabiskan banyak uang termasuk 500 juta dolar AS untuk iklan selama primary (pemilihan pendahuluan) 14 negara bagian.

Pada Jumat (6/3,) sumber yang mengetahui rencana Bloomberg itu mengatakan kelompok tersebut memiliki kantor di enam negara bagian antara lain Arizona, Florida, Michigan, North Carolina, Pennsylvania dan Wisconsin. Mereka akan membantu Partai Demokrat dan siapa pun yang akan menjadi calon presiden dari partai tersebut.

Belum diketahui nama dan berapa anggaran organisasi tersebut. Mereka diizinkan untuk menghabiskan anggaran tak terbatas sepanjang tidak berkoordinasi langsung dengan kampanye salah satu kandidat.

Bloomberg adalah salah satu orang terkaya di AS dan dunia. Ia mundur dari kampanyenya dan mengatakan akan mendukung kandidat moderat mantan Wakil Presiden Joe Biden untuk menantang Presiden dari Partai Republik Donald Trump pada pemilihan presiden November mendatang.

Setelah Bloomberg dan Senator Elizabeth Warren mundur dari pencalonan presiden Partai Demokrat. Biden berhadapan satu lawan satu dengan kandidat progresif Bernie Sanders. Senator asal Vermont itu mengatakan Wall Street dan Bloomberg membuka buku cek mereka untuk mendukung Biden.

"Inilah sistem politik korup itu," kata Sanders kepada wartawan di rumahnya di Burlington, Vermont. Sanders mengatakan ia tidak akan menerima bantuan dari Bloomberg jika ia terpilih sebagai calon presiden. Sementara, Biden mengatakan ia akan terbuka dengan bantuan. (T/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru