Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Menlu AS Sebut Nama Virus Corona Jadi ‘Virus Wuhan’

* 2 Orang Positif Corona di Acara yang Dihadiri Wapres AS
Redaksi - Minggu, 08 Maret 2020 21:51 WIB
324 view
Menlu AS Sebut Nama Virus Corona Jadi ‘Virus Wuhan’
AFP / WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
Washington DC (SIB)
Dalam wawancara dengan CNBC dan Fox News pada Jumat (6/3), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut virus corona sebagai 'Virus Wuhan'. Pompeo saat itu menghadiri program televisi Fox and Friends. Co-host Jedediah Bila menanyakan tentang langkah-langkah pemerintah AS untuk memerangi virus corona.

Pompeo menjawab, "Ini adalah tantangan yang rumit. Virus Wuhan yang dimulai akhir tahun lalu adalah sesuatu yang ditanggapi sangat serius oleh pemerintah."

Pompeo bukan tanpa alasan memakai nama 'Virus Wuhan', bukan 'virus corona' atau 'SARS-CoV-2'. Pria 56 tahun itu merujuk pada nomenklatur baru yang dia keluarkan sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Pompeo juga berdalih penggunaan istilah 'virus Wuhan' bukan dirinya yang memulai, tapi dari Partai Komunis China. "Alasan pertama, Partai Komunis China pernah mengatakan bahwa ini (Wuhan) merupakan tempat awal mula virus ditemukan. Jadi jangan gunakan ucapan saya untuk itu, gunakan saja pernyataan mereka," ucap Pompeo, dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (7/3).

Pria kelahiran California itu kemudian menolak pernyataan China bahwa virus mungkin berasal dari lokasi lain selain Wuhan. Penamaan yang dibuat oleh Pompeo melanggar imbauan yang dikeluarkan pemerintah China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tepat sehari sebelum Pompeo mengeluarkan pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengeluarkan peringatan pemakaian nama selain 'virus corona'. "Sangat tidak bertanggung jawab, bagi siapa pun yang menyebut patogen ini sebagai 'virus corona China' atau 'virus corona Wuhan'."

Saat itu peringatan Zhao ditujukan ke media-media seluruh dunia. "Dengan menyebutnya 'virus China' menunjukkan asal-usulnya tanpa fakta atau bukti yang mendukung." "Beberapa media jelas ingin China untuk disalahkan dan punya motif tersembunyi," tegas Zhao. Kemudian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan nama resmi untuk virus corona. Pada 11 Februari lalu ditetapkan nama resmi penyakitnya adalah Covid-19 dan virus yang menyebabkan adalah SARS-CoV-2.

2 Orang Positif Corona
Sementara itu, dua orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona setelah menghadiri konferensi kelompok Pro-Israel di Washington. Konferensi itu dihadiri oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, Sekretaris Negara Mike Pompeo dan anggota parlemen.
Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC) mengatakan dalam surel kepada peserta, pembicara, dan kantor kongres yang menghadiri konferensi bahwa pasangan yang terinfeksi Covid-19 itu sebelumnya menempuh perjalanan dari New York untuk menghadiri acara pada 1-3 Maret lalu. "Kami telah mengonfirmasi bahwa setidaknya dua peserta Konferensi Kebijakan dari New York telah dites positif terinfeksi virus corona," kata pihak AIPAC seperti mengutip AFP.


AIPAC kemudian merilis pernyataan yang dikaitkan dengan lembaga kesehatan Washington untuk memastikan tidak ada risiko langsung bagi para peserta yang telah diidentifikasi. "Kami terus menjalin komunikasi dengan Departemen Kesehatan Wilayah Westhester dan Departemen Kesehatan Washington DC yang berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan New York serta otoritas kesehatan nasional," ujar AIPAC menambahkan.

Sekira ratusan peserta menghadiri konferensi di Capitol Hill untuk memberi dukungan bagi negara Israel. "Jika Anda dites dan dinyatakan positif mengidap corona, kami meminta Anda untuk melaporkan ke pihak otoritas kesehatan setempat sehingga mereka bisa mengkoordinasikan tanggapan tepat terhadap situasi ini," kata AIPAC.

Hingga Sabtu (7/3) sekitar 101 ribu orang terinfeksi virus corona. Lebih dari 3.400 orang dilaporkan meninggal dunia secara global. Di Amerika Serikat tercatat lebih dari 300 orang di 92 negara bagian mengidap Covid-19. Sejauh ini Negeri Paman Sam belum melaporkan korban meninggal dunia akibat infeksi virus corona. (AFP/CNNI/SCMP/kps/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru