Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

AS, Jepang dan Australia Desak Penyelesaian Damai Sengketa Maritim

- Senin, 17 November 2014 10:17 WIB
179 view
Brisbane (SIB)- Para pemimpin Amerika Serikat, Australia dan Jepang Ahad menyerukan penyelesaian damai sengketa-sengketa maritim, sehari setelah Presiden Barack Obama memperingatkan bahaya-bahaya konflik di Asia sementara Tiongkok terlibat sengketa wilayah.

Dalam satu pernyataan bersama, Obama, Tony Abbort dan Shinzo Abe mendesak "kebebasan navigasi dan penerbangan, dan  penyelesaian damai sengketa-sengketa maritim sesuai dengan hukum internasional".

Ketiga pemimpin itu mengatakan mereka berjanji akan memperkuat kerja sama keamanan mereka yang telah ada di Asia-Pasifik, yang terjadi saat ekspansi Tiongkok yang meningkat di kawasan itu.

Beijing terlibat sengketa dengan empat negara Asia Tenggara atas Laut Tiongkok Selatan, dan dengan Jepang menyangkut satu gugusan pulau kecil.

Ketiga pemimpin itu, dalam pertemuan di Brisbane di sela-sela KTT G-20, mengatakan kemitraan mereka bertujuan untuk menjamin perdamaian, stabilitas dan masa depan Asia-Pasifik yang sejahtera.

"Mereka mengatakan  kemitraan ini terletak pada landasan yang teguh menyangkut kepentingan bersama dan nilai-nilai, termasuk satu komitmen pada demokrasi dan ekonomi-ekonomi yang terbuka, norma hukum, dan penyelesaian secara damai sengketa-sengketa," kata pernyataan bersama itu.

"Mereka menegaskan pencapaian global dari kerja sama mereka dan nilai janji AS yang luas di kawasan Asia-Pasifik."

Obama berulang-ulang membantah bahwa AS berusaha menghambat ekonomi dan politik Tiongkok, tetapi menegaskan  Beijing harus menjadi satu aktor bertanggung jawab di panggung dunia.

Dalam satu pidato di Brisbane Sabtu ia memperingatkan akan bahaya-bahaya konflik di Asia dan berikrar Washington akan tetap berada di kawasan itu.

Presiden AS itu mengatakan walaupun ada kemajuan pesat ekonomi di Asia sejak Perang Dunia II, juga masih ada bahaya-bahaya sejati, dan menambahkan ada "sengketa-sengketa menyangkut wilayah-- pulau-pulau terpencil dan terumbu-terumbu karang-- yang mengancam  pada konfrontasi".

Prospek bagi aliansi tiga negara lebih kuat, yang para pemimpin itu mengatakan akan termasuk meningkatan kerja sama dalam pelatihan-pelatihan trilateral, membangun kemampuan keamanan maritim dan kesadaran bidang kekuasaan maritim, yang mungkin membuat Tiongkok marah.

Tiongkok berulang-ulang memperingatkan apa yang dikatakannya  bahaya-bahaya "remiliterisasi" Jepang di bawah Abe, dan secara reguler mengecam Tokyo karena tidak menyesal atas tindakan buruknya sebelum dan setelah Perang Dunia II.

Abe mengisyaratkan keinginannya untuk meningkatkan hubungan pertahanannya dengan Washington dan Canberra dalam satu opini yang dimuat surat kabar Australian Financial Review yang terbit Jumat, menyerukan "satu masa depan kawasan Asia-Pasifik yang damai, aman dan sejahtera".

Sementara itu Presiden Tiongkok Xi Jinping  mengemukakan kepada surat kabar itu bahwa Beijing siap meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Australia.

Ketiga pemimpin itu bertemu di sela-sela KTT G-20 di mana perdana menteri Australia  menegaskan perlunya satu agenda ekonomi  untuk memacu ekonomi dunia. (Ant/AFP/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru