Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Terkait Skandal Kacang, Putri Dirut Korean Air akan Dipidana

- Rabu, 17 Desember 2014 13:45 WIB
172 view
Seoul (SIB)- Kementerian Transportasi Korea Selatan (Korsel), Selasa, 16 Desember 2014, berencana melaporkan mantan eksekutif maskapai Korean Air Lines (KAL) pada jaksa penuntut, terkait skandal kacang yang melibatkan putri pemilik maskapai.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (16/12), pejabat kementerian transportasi menyebut penyelidikan yang mereka lakukan telah mengungkap, Cho Hyun-ah, terlibat dalam perilaku melecehkan seorang pramugari, dalam insiden di bandara JFK New York, 5 Desember.

Cho Hyun-ah adalah putri tertua pemimpin grup usaha Hanjin, Cho Yang-ho, yang juga pemilik KAL. Hyun-ah telah menyampaikan permintaan maaf, tapi skandal itu telah membuat publik Korsel sangat marah. Dia kemudian mengundurkan diri dari semua jabatannya di KAL.

Pejabat kementerian transportasi mengatakan, dia mungkin telah melanggar regulasi penerbangan, dan dapat menghadapi tuntutan hukum jika jaksa penuntut mau mengajukan tuntutan. "Kami akan melaporkan dia pada jaksa," demikian isi pernyataan kementerian. Pada pernyataan kementerian transportasi menyebutkan mereka sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukuman untuk maskapai itu, termasuk larangan terbang dan denda.

Belum ada tanggapan dari pihak maskapai, terkait dengan pernyataan kementerian. Sebelumnya media Korsel, Chosun Ilbo, menulis bahwa kementerian transportasi mendapat kritik karena dianggap tunduk pada pengusaha besar.

Kementerian membentuk tim investigasi untuk menyelidiki insiden, tapi hanya memanggil staf maskapai bernama Park Chang-jin untuk diminta keterangan. Park dikeluarkan dari pesawat oleh Hyun-ah, setelah seorang pramugari dianggap melakukan kesalahan.

Hyun-ah menuduh pramugari itu menyajikan kacang padanya, dengan cara yang salah. Pada penyidik, Park mengatakan insiden terjadi karena kesalahannya, dan dia bertanggung jawab dengan keluar secara sukarela dari pesawat.

Pejabat kementerian kemudian mengatakan, bahwa Hyun-ah hanya bereaksi berlebihan, namun tidak melanggar regulasi penerbangan. Pernyataan kementerian telah memicu kemarahan publik yang lebih besar. Belakangan Park merubah pernyataannya.

Dia mengatakan bahwa Hyun-ah telah menghinanya, dan menggunakan kekerasan fisik. Saat diwawancara televisi, pekan lalu, Park mengaku bahwa manajemen maskapai menekannya untuk memberikan kesaksian palsu, untuk melindungi Hyun-ah. (vivanews/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru