Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Tornado-Badai Ekstrem Terjang AS, 15 Orang Tewas

* Ratusan Ribu Rumah Alami Pemadaman Listrik
Redaksi - Selasa, 28 Mei 2024 10:18 WIB
349 view
Tornado-Badai Ekstrem Terjang AS, 15 Orang Tewas
ABC Affiliate WFAA via REUTERS Purchase Licensing Rights
Puing-puing berserakan di wilayah Texas setelah diterjang tornado mematikan
Texas (SIB)
Sejumlah tornado dan badai ekstrem menerjang beberapa negara bagian sekaligus di Amerika Serikat (AS). Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas tewas akibat terjangan tornado dan badai tersebut.


Seperti dilansir AFP, Senin (27/5), tornado dan badai ekstrem itu dilaporkan menerjang wilayah Texas, Arkansas dan Oklahoma pada Sabtu (25/5) hingga Minggu (26/5) waktu setempat. Upaya penyelamatan masih terus berlangsung di beberapa wilayah tersebut.


Ratusan ribu rumah mengalami pemadaman listrik setelah badai menerjang wilayah Southern Plains sejak Sabtu (25/5) malam waktu setempat.


Di negara bagian Texas, seperti dilansir media lokal WFAA, Sheriff Cooke County Ray Sappington mengatakan, dalam konferensi pers bahwa sedikitnya tujuh orang tewas setelah tornado menerjang area Valley View, bagian utara Dallas.


Operasi pencarian dan penyelamatan korban masih terus berlangsung di wilayah tersebut.


Gubernur Texas Gregg Abbott menandatangani dekrit untuk empat distrik di wilayahnya, yang berarti mencairkan pendanaan dan mengerahkan tim untuk membantu orang-orang yang rumahnya rusak atau hancur akibat tornado dan badai tersebut.


Terjangan tornado itu menghancurkan rumah-rumah warga juga pom bensin yang ada di area terdampak, serta membuat kendaraan-kendaraan terguling di ruas jalan raya antar negara bagian. Dalam wawancara dengan The Weather Channel, Sappington menyebut kerusakan yang terjadi "cukup parah".


Di negara bagian Arkansas, otoritas setempat mengonfirmasi kepada media lokal KATV bahwa sedikitnya lima orang tewas akibat terjangan badai pada Minggu (26/5) dini hari waktu setempat.


Dilaporkan juga bahwa kabel-kabel listrik terputus dan pepohonan tumbang akibat badai tersebut, sedangkan beberapa area mengalami banjir bandang.


Sementara di negara bagian Oklahoma, menurut kepala manajemen darurat setempat Johnny Janzen saat berbicara kepada Fox News, sedikitnya sedikitnya dua orang tewas setelah tornado menerjang area Mayes County pada Sabtu (25/5) malam waktu setempat.


Satu kematian lainnya dilaporkan terjadi di area Louisville, negara bagian Kentucky.


Dampak dari tornado dan badai ekstrem tersebut, pelaksanaan balap mobil tahunan Indianapolis 500 yang seharusnya digelar di negara bagian Indiana mengalami penundaan selama empat jam pada Minggu (26/5) waktu setempat akibat badai yang menerjang area tersebut.


Orang-orang terpaksa diminta keluar dari bangku penonton dan mencari tempat perlindungan ketika badai melanda. Sebanyak 125.000 penonton diperkirakan akan menyaksikan balapan yang merupakan salah satu acara balap mobil paling simbolis di AS.


Ketika sistem badai menyebar ke seluruh wilayah AS, menurut situs web Poweroutage.us, nyaris 490.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik di sejumlah negara bagian yang membentang dari Texas hingga Kansas, dan dari Ohio hingga Kentucky.


Peringatan tornado masih aktif di beberapa wilayah.


Bangladesh

Sementara itu, topan Remal yang membawa hujan deras menerjang wilayah pesisir Bangladesh pada Minggu (26/5) malam. Fenomena alam tersebut dilaporkan telah menewaskan 10 orang dan menyebabkan lebih dari 30.000 rumah hancur, serta puluhan ribu rumah lainnya rusak hingga Senin (27/5).


"Mereka kebanyakan meninggal setelah tertimpa reruntuhan rumah atau tembok yang runtuh," ujar Showkat Ali, Administrator Pemerintah Distrik Barisal, di mana tujuh orang meninggal.


Tiga orang lainnya meninggal di distrik-distrik tetangga, beberapa di antaranya karena tenggelam. Pada Senin (27/5) siang, topan telah melemah menjadi badai, tetapi angin dan hujan masih menghantam pantai. "Hujan lebat yang disebabkan oleh topan masih terus berlangsung, dan kecepatan angin juga tinggi," tambah Ali, sebagaimana diberitakan dari AFP, Senin (27/5).


Di distrik Khulan, dua orang dilaporkan tewas. "Topan telah merusak lebih dari 123.000 rumah di distrik ini, dan di antaranya sekira 31.000 rumah rusak total," kata Administrator Pemerintah Distrik Khulan, Helal Mahmud.


Satu orang lagi meninggal di Distrik Chittagong. "Lebih dari 40.000 orang masih berada di tempat penampungan akibat hujan lebat dan angin kencang," kata Administrator Pemerintah Distrik Chittagong, Tofael Islam.


Sementara itu, Kepala Insinyur Dewan Elektrifikasi Pedesaan Bangladesh, Biswanath Sikder, menyebut aliran listrik terputus untuk lebih dari 12,5 juta orang. "Kami akan melanjutkan pasokan listrik setelah situasi topan membaik," kata pemimpin perusahaan distribusi listrik terbesar yang dikelola negara di Bangladesh tersebut.


Menteri Negara Penanggulangan dan Pertolongan Bencana Bangladesh Muhibur Rahman di Dhaka mengatakan bahwa 800 ribu orang tersebut dievakuasi dari 16 distrik pesisir.


Ia menyerukan warga lainnya untuk mengungsi ke pusat pengungsian. Pemerintah Bangladesh juga telah menyiapkan 8.000 hingga 9.000 tempat mengungsi, kata dia.


Filipina
Topan Ewiniar, topan pertama yang memasuki Filipina tahun ini, juga menewaskan sedikitnya tiga orang. Topan ini semakin kuat dan sedang menuju Jepang. Menurut laporan Philippine Daily Inquirer, seorang bayi berusia tujuh bulan dan dua orang lainnya tewas pada hari Minggu setelah tertimpa pohon tumbang di Quezon, provinsi dekat ibukota.


Topan Ewiniar, yang dikenal masyarakat setempat sebagai Aghon, juga menyebabkan ribuan orang kehilangan aliran listrik karena angin kencang menjatuhkan kabel listrik dan menutup sembilan pembangkit listrik. Pemadaman listrik paksa ini mengurangi kapasitas listrik hampir 4.300 megawatt.


Dengan kecepatan angin maksimum yang mencapai 140 kilometer per jam, biro cuaca setempat mengatakan Ewiniar diperkirakan akan menghantam provinsi utara Cagayan dan Batanes pada Selasa (28/5) sebelum keluar dari perairan Filipina pada Kamis dini hari.


Menurut Observatorium Hong Kong, topan ini diperkirakan akan bergerak menuju selatan Jepang. Filipina mengalami rata-rata 20 siklon tropis setiap tahun, menjadikannya salah satu negara yang paling parah terkena dampaknya di dunia. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru