Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Salmon Sumihar Sagala: Program 3 Juta Rumah Jangan Sekadar Janji

Firdaus Peranginangin - Senin, 26 Oktober 2026 14:50 WIB
144 view
Salmon Sumihar Sagala: Program 3 Juta Rumah Jangan Sekadar Janji
Foto harianSIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi B DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE menyoroti serius pengungkapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bahwa sekitar 30 juta keluarga di Indonesia belum memiliki rumah atau masih menempati hunian tidak layak.

"Ini jadi peringatan bagi pemerintah tidak sekadar mengumumkan program tiga juta rumah, tetapi harus membuktikan langkah nyata untuk menjawab besarnya kebutuhan hunian layak bagi masyarakat saat ini," tandas Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Senin (26/10/2026) melalui telepon dari Kabupaten Karo menanggapi berita di Harian SIB, terkait 30 juta keluarga di Indonesia belum memiliki rumah layak huni.

Salmon menilai, angka 30 juta tersebut menunjukkan persoalan perumahan nasional masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keseriusan pemerintah. Ketersediaan rumah layak huni bukan sekadar persoalan tempat tinggal, melainkan menyangkut kesejahteraan, kesehatan, keamanan dan masa depan keluarga Indonesia.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto harus memiliki peta jalan yang jelas, target tahunan yang terukur, serta mekanisme pengawasan yang transparan. Pemerintah perlu menjelaskan sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mengingat jumlah keluarga yang belum memiliki rumah atau tinggal di hunian tidak layak jauh lebih besar.

Baca Juga:
"Jangan sampai program tiga juta rumah hanya menjadi angka target yang terdengar besar, tetapi manfaatnya tidak dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah harus memastikan siapa penerimanya, di mana rumah dibangun, bagaimana pembiayaannya dan sejauh mana masyarakat berpenghasilan rendah bisa mengaksesnya," ujar Salmon.

Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini menambahkan, pendataan kebutuhan rumah harus dilakukan secara akurat hingga tingkat desa dan kelurahan agar bantuan tidak salah sasaran serta benar-benar dinikmati keluarga yang membutuhkan, bukan hanya masyarakat yang relatif lebih mudah mengakses fasilitas pembiayaan.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
5 Tahun, Indonesia Diyakini Punya 50 Startup Unicorn
Pomparan Raja Turnip Boru-Bere Indonesia Kunjungan Sejarah ke Samosir
Ma´ruf Amin: Tidak Boleh Ada Lagi Perlakuan Diskriminasi kepada Suatu Kelompok di Indonesia
Nurdin Tampubolon Silaturahim dengan Keluarga Besar Pendiri Tako Indonesia
Suporter Indonesia Butuh Payung Hukum
Maˊruf Amin Lebih Suka Sebut Indonesia Sebagai Darul Mitsaq
komentar
beritaTerbaru