Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Serangan Udara AS Bunuh 3 Pemimpin ISIS

- Sabtu, 20 Desember 2014 14:39 WIB
281 view
Washington (SIB)- Serangan udara yang dilancarkan militer Amerika Serikat telah berhasil menewaskan tiga pemimpin ISIS. Tiga orang penting di ISIS itu terdiri dari dua pejabat senior dan satu pejabat tingkat menengah. Dilansir CNN, Kamis (18/12), tiga orang pimpinan ISIS yang berhasil dibunuh adalah Haji Mutazz yang merupakan wakil Abu Bakar Al Baghdadi di Irak, Abdul Al Basit dan Radwan Thalib. Mereka terbunuh akibat serangkaian serangan militer Amerika.

"Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa sejak pertengahan November, koalisi yang ditargetkan serangan udara berhasil menewaskan beberapa pemimpin senior dan tingkat menengah ISIS di Irak dan Levant," kata Sekretaris Pers Pentagon Laksamana John Kirby dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

"Kami percaya bahwa hilangnya para pemimpin kunci menurunkan kemampuan ISIL untuk memerintah dan mengontrol operasi saat ini terhadap pasukan keamanan Irak, termasuk Kurdi dan pasukan lokal lain di Irak," katanya.

Para petinggi ISIS tersebut diidentifikasi sebagai Haji Mutazz yang merupakan wakil urusan administrasi di Irak bagi pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi, dan Abd al Basit selaku panglima militer ISIS di Irak -- keduanya digambarkan sebagai petinggi kelompok ISIS.  Sementara seorang lagi adalah Radwin Thalib, petinggi tingkat menengah yang bertindak sebagai pemimpin ISIS di Mosul.

Sebelumnya komandan pasukan AS dalam operasi anti-ISIS memperingatkan bahwa pertempuran masih jauh dari kata selesai. Letnan Jenderal James Terry mengatakan, serangan udara Amerika untuk menggempur ISIS baru dimulai empat bulan lalu dan diperlukan waktu dan kesabaran untuk melihat hasilnya secara nyata. "Yang perlu kita lakukan, terutama di dalam Irak, adalah meningkatkan kemampuan pasukan (Irak). Setidaknya diperlukan waktu tiga tahun (untuk mengalahkan ISIS)," kata Jenderal Terry.

Jenderal Terry mengatakan, pasukan Kurdi dengan dukungan pesawat-pesawat tempur Amerika berhasil merebut kembali kawasan luas di dekat perbatasan Suriah dan dicapai kemajuan yang cukup signifikan dalam menghentikan gerak maju ISIS. Sebelumnya, Menlu AS John Kerry menegaskan bahwa pihaknya akan "meladeni" ISIS sampai kapan pun.

Saat ini, terdapat setidaknya 1.700 tentara AS di Irak dan Presiden Barack Obama telah memberikan lampu hijau untuk menambah pasukan sebanyak 3.000 personel. Lebih dari 1.000 tentara diperkirakan akan diterbangkan ke Irak dalam beberapa pekan mendatang untuk melatih tentara negara tersebut. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat