Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

Ratusan Ribu Warga AS Hidup Tanpa Listrik Akibat Badai Salju

- Sabtu, 08 Februari 2014 19:15 WIB
279 view
Ratusan Ribu Warga AS Hidup Tanpa Listrik Akibat Badai Salju
SIB/Int
Badai Salju
Philadelphia (SIB)- Lebih dari 300 ribu warga di wilayah Pantai Timur Amerika Serikat terpaksa hidup tanpa aliran listrik akibat badai salju yang melanda. Gedung Putih pun telah menyatakan bencana federal bagi wilayah tersebut. Dengan adanya pernyataan bencana federal tersebut, berarti bantuan bencana dari Badan Manajemen Darurat Federal layak dikucurkan bagi wilayah Philadelphia dan empat distrik lainnya di negara bagian Pennsylvania. Wilayah York dan Lancaster juga termasuk dalam wilayah yang layak mendapat bantuan federal tersebut.

Seperti dilansir Philly.com, Jumat (7/2), badai salju yang menerjang wilayah pantai timur AS berdampak pada putusnya alirannya listrik di rumah-rumah warga. Tercatat hingga Kamis (6/2) malam waktu setempat, lebih dari 300 ribu warga masih tidak mendapat aliran listrik. Wilayah-wilayah yang tidak mendapat aliran listrik antara lain Bucks, Chester dan Montgomery yang semuanya masuk dalam negara bagian Pennsylvania.

Datang mengunjungi pengungsi, Gubernur Pennsylvania Tom Corbett meminta warganya untuk bersabar. Corbett menyatakan, lebih dari 5 ribu pekerja tengah berusaha memperbaiki aliran listrik bagi warga. Bagi warga yang tidak mendapat aliran listrik diimbau untuk pergi ke tempat pengungsian.

Otoritas listrik setempat, Peco Energy menyatakan, aliran listrik bagi sebagian besar warga akan kembali normal pada Jumat (7/2./2014) malam waktu setempat. Meskipun ada beberapa wilayah yang mungkin akan tetap tanpa listrik hingga Minggu (9/2) mendatang, dengan perkiraan hujan salju ringan akan turun.
Badai ini juga menghentikan aktivitas bisnis setempat, bahkan sekolah berubah menjadi pusat pengungsian bagi warga yang menjadi korban. Banyak pohon tumbang bahkan hingga mengganggu arus lalu lintas. Sebagian besar warga terpaksa menggunakan kayu atau api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka. Bagi warga yang berada di pengungsian, mereka harus rela berbagi tempat tidur dengan pengungsi lainnya.

Kepala dinas pemadam kebakaran Phoenixville, Chester County, John Buckwalter menyatakan terputusnya aliran listrik kali ini merupakan yang terlama, yang pernah terjadi di wilayahnya dalam jangka waktu 20 tahun terakhir. Seorang warga setempat, Anne Cooper (67) memilih mengungsi di mal demi mendapat tempat berlindung yang hangat. "Kami sempat menggunakan perapian yang tidak cukup baik, tapi lumayanlah," tuturnya. (Detikcom)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru