Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Kritik RUU Andalan Trump, Elon Musk Mundur dari Penasihat Presiden

Redaksi - Kamis, 29 Mei 2025 14:02 WIB
82 view
Kritik RUU Andalan Trump, Elon Musk Mundur dari Penasihat Presiden
AFP/ANGELA WEISS
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, saat pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat di Capitol One Arena, Washington DC, 20 Januari 2025.
Washington (harianSIB.com)

Elon Musk, miliarder pendiri Tesla dan SpaceX, mengumumkan pengunduran dirinya dari peran sebagai penasihat pemerintah Presiden Donald Trump.

Keputusan ini datang sehari setelah ia secara terbuka mengkritik RUU andalan Trump yang disebut sebagai "big beautiful bill".

"Sebagai karyawan pemerintah khusus yang masa tugasnya telah berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk membantu mengurangi pemborosan anggaran. Misi @DOGE akan terus menguat dan menjadi bagian dari budaya kerja di pemerintahan," tulis Musk di platform X, Kamis (29/5/2025).

Dikutip kompas.com, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Musk benar-benar meninggalkan posisinya.

Dalam wawancara dengan CBS News yang tayang pada Selasa (27/5/2025) malam, Musk menyatakan kekecewaannya terhadap rancangan undang-undang (RUU) pengeluaran besar-besaran yang diajukan Trump, yang dikenal dengan nama One Big, Beautiful Bill Act.

"Saya kecewa melihat RUU pengeluaran besar ini yang malah meningkatkan defisit anggaran, bukan menguranginya, dan itu melemahkan pekerjaan tim DOGE," kata Musk, merujuk pada lembaga efiensi anggaran yang pernah ia pimpin.

RUU tersebut, yang sudah disahkan di DPR dan kini sedang dibahas di Senat, merupakan bagian penting dari agenda domestik Trump. Isinya mencakup pemotongan pajak serta belanja pemerintah dalam skala besar.

Namun, para pengkritik menilai RUU ini dapat mengancam layanan kesehatan dan meningkatkan defisit anggaran nasional hingga 4 triliun dollar AS (Rp 65.210 triliun) dalam 10 tahun ke depan.

"RUU bisa saja besar, atau indah. Tapi saya ragu bisa keduanya sekaligus," ucap Musk dalam wawancara tersebut.

Menanggapi kritik Musk, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mencoba meredam ketegangan.

Dalam unggahannya di platform X, Miller mengatakan bahwa RUU yang dikritik Musk bukanlah anggaran tahunan, dan pemangkasan anggaran DOGE masih memerlukan undang-undang terpisah sesuai aturan Senat.

Namun, komentar Musk tetap menjadi sorotan karena ia merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam kampanye pemilihan ulang Trump pada 2024, dengan sumbangan sekitar 250 juta dollar AS (sekitar Rp 4 triliun).

Selama menjadi penasihat khusus, Musk memimpin lembaga ad-hoc bernama DOGE (Department of Government Efficiency) yang bertujuan memangkas anggaran dan menyederhanakan birokrasi federal.

DOGE berhasil memangkas puluhan ribu posisi pegawai pemerintah dan membubarkan beberapa lembaga yang dianggap tidak efisien. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru