Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Dramatis! FBI Rilis Video Pelaku Penembakan Charlie Kirk Lompat dari Atap Gedung Kampus

Redaksi - Jumat, 12 September 2025 13:30 WIB
352 view
Dramatis! FBI Rilis Video Pelaku Penembakan Charlie Kirk Lompat dari Atap Gedung Kampus
Foto: AFP/HANDOUT
Pria yang diduga pelaku penembakan aktivis konservatif ternama Amerika Serikat, Charlie Kirk.
Utah(harianSIB.com)

Federal Bureau of Investigation (FBI) merilis rekaman video yang mendebarkan, menunjukkan detik-detik pelarian pelaku penembakan aktivis konservatif ternama Amerika Serikat, Charlie Kirk. Dalam video tersebut, tersangka terlihat nekat melompat dari atap gedung Losee Center di Utah Valley University, beberapa saat setelah melepaskan tembakan fatal yang menewaskan Kirk pada Rabu (10/9/2025).

Perkembangan terbaru ini menjadi titik krusial dalam perburuan nasional terhadap pelaku pembunuhan yang mengguncang panggung politik Amerika. Video yang dirilis bersama otoritas Utah menunjukkan seorang pria berlari kencang di atap gedung, memanjat tepian, lalu melompat ke tanah sebelum menghilang ke area hutan di dekat kampus.

Kronologi Penembakan Brutal

Insiden tragis ini terjadi saat Charlie Kirk tengah menjadi pembicara dalam sebuah acara debat terbuka di hadapan sekitar 3.000 mahasiswa dan hadirin. Di tengah sesi tanya jawab, sebuah suara tembakan tiba-tiba menggema dari atas gedung Losee Center yang berdekatan. Kirk, pendiri organisasi konservatif Turning Point USA, seketika tumbang setelah sebutir peluru menembus lehernya. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.

Saksi mata di lokasi menggambarkan suasana panik massal yang meletus sesaat setelah tembakan. Aparat keamanan segera mengevakuasi para hadirin dan mengamankan lokasi kejadian (TKP).


Bukti Kunci dan Perburuan Besar-besaran

FBI kini menyebarluaskan deskripsi tersangka kepada publik. Pelaku dideskripsikan sebagai seorang pria "berusia seperti mahasiswa," mengenakan kaus hitam lengan panjang dengan gambar bendera Amerika dan elang, topi baseball, kacamata hitam, serta sepatu Converse. Untuk mempercepat penangkapan, FBI menawarkan hadiah sebesar 100.000 dolar AS bagi siapa pun yang memiliki informasi yang mengarah pada identifikasi dan penangkapan pelaku.

Penyisiran di area hutan tempat pelaku melarikan diri membuahkan hasil signifikan. Polisi menemukan sebuah senapan bolt-action Mauser 30-06 berkekuatan tinggi yang dibungkus handuk, yang diyakini sebagai senjata pembunuhan. Selain itu, tim forensik berhasil mengamankan sidik telapak tangan dan jejak sepatu Converse di tepi atap gedung, lokasi pelaku melompat.

"Semua bukti forensik sedang diproses secara intensif. Kami tidak akan berhenti sampai pelaku keji ini ditangkap dan diadili," tegas Gubernur Utah, Spencer Cox.

Penyelidik mengakui telah menerima lebih dari 7.000 petunjuk dari masyarakat, jumlah terbesar sejak kasus pengeboman Maraton Boston pada 2013, namun identitas pelaku masih menjadi misteri. Seorang mantan agen FBI berspekulasi bahwa pelaku kemungkinan adalah seorang pemburu terlatih, mengingat tembakan dilepaskan dari jarak sekitar 175 yard (sekitar 160 meter) dengan akurasi yang mematikan.


Duka dan Polarisasi Politik

Kematian Kirk meninggalkan duka mendalam di kalangan elite politik AS. Mantan Presiden Donald Trump menyebut Kirk sebagai "pahlawan legendaris" dan berencana menganugerahinya Medali Kebebasan (Presidential Medal of Freedom) secara anumerta. Wakil Presiden JD Vance bahkan secara pribadi mengawal peti jenazah Kirk menggunakan pesawat kepresidenan Air Force Two menuju Arizona untuk dimakamkan.

"Kami akan memburu semua orang yang terlibat dalam kekerasan politik ini, dari tingkat mana pun," janji Trump.

Namun, insiden ini juga semakin mempertajam polarisasi politik di negara itu. Sejumlah politisi sayap kanan menuding "kekerasan politik radikal kiri" sebagai dalang di balik tragedi ini. Di sisi lain, banyak pihak yang menyerukan de-eskalasi ketegangan politik. Meski politisi dari kedua kubu mengutuk keras kekerasan, pembunuhan ini menjadi cerminan nyata dari perpecahan yang kian dalam di masyarakat AS.


Peringatan Keras Eskalasi Kekerasan

Menurut Mike Jensen, seorang pakar dari University of Maryland, AS telah menyaksikan lonjakan serangan bermotif politik. "Dalam enam bulan pertama tahun 2025 saja, telah terjadi sekitar 150 serangan, hampir dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.

Pembunuhan Kirk adalah puncak dari serangkaian serangan terhadap tokoh politik, termasuk dua upaya pembunuhan terhadap Donald Trump selama kampanye 2024. Jensen memperingatkan bahwa insiden ini bisa menjadi flashpoint yang memicu gelombang kekerasan yang lebih luas.

Akibatnya, keamanan di sekitar acara-acara publik kini diperketat secara drastis. Sejumlah anggota Kongres dilaporkan telah membatalkan beberapa agenda publik, sementara universitas-universitas di seluruh negeri didesak untuk segera meninjau ulang protokol keamanan mereka.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru