Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 21 April 2026

Ikhwanul Muslim Bentuk Sayap Militer

- Senin, 10 Februari 2014 18:03 WIB
344 view
Ikhwanul Muslim Bentuk Sayap Militer
Kairo (SIB)- Kementerian Luar Negeri Mesir menuduh kelompok Ikhwanul Muslim membentuk sayap militer dengan tujuan menyerang pasukan keamanan. Jubir kementerian Hani Abdel-Latif dalam pernyataan lewat televisi seperti dilaporkan Associated Press, Minggu (9/2/2014), menyebut 12 nama orang yang disebutnya ikut dalam pembentukan sayap militer.

Dikatakannya lima orang telah ditahan dan menyiarkan pengakuan salah seorang tersangka. Latif menambahkan sayap militer Ikhwanul Muslim telah membunuh lima polisi dalam baku tembak bulan lalu di selatan provinsi Beni suef. Kelompok Ikhwanul Muslim dimasukan sebagai organisasi teroris menyusul serangkaian pemboman yang mengguncang negara itu sejak tergulingnya Mohamed Moursi lewat kudeta militer Juli lalu.

Sebelumnya militer Mesir menewaskan 16 gerilyawan di Sinai, dan satu kelompok mengatakan melancarkan serangan bom terhadap polisi di Kairo, yang menandakan kekerasan meluas. Militer mengatakan pesawatnya menghantam kelompok garis keras Islam di dekat perbatasan Sinai dengan Jalur Gaza pada Jumat petang.

Militer berusaha menguasai kembali Sinai Utara dari tangan kelompok Islam bersenjata, mengubah fokus serangan mereka dari Israel ke pemerintah sejak Moursi, pemimpin Ikhwanul Muslimin, yang disingkirkan pada Juli dalam unjuk rasa besar terhadap pemerintahnya.

Pernyataan dikeluarkan kelompok gerilyawan baru --Ajnad Misr atau Tentara Mesir-- mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Kairo yang ditujukan pada polisi Mesir Jumat dan berikrar akan melancarkan serangan-serangan lagi terhadap pasukan keamanan.

Ajnad Misr muncul akhir bulan lalu, mengaku bertanggung jawab atas enam serangan pada akhir Januari, kata SITE. "Pasukan keamanan tidak akan aman dari pembalasan terhadap mereka," kata pernyataan mereka. "Serangan kami terhadap mereka akan dilanjutkan apabila mereka terus melakukan kejahatan," kata pernyataan  yang dikirim pada satu laman Facebook yang dikutip satu laman yang digunakan kelompok-kelompok garis keras dan oleh kelompok intelijen SITE, yang memantau lokasi-lokasi seperti itu.

Pihak berwenang dengan dukungan militer menindak tegas pendukung Moursi sejak ia disingkirkan. Ratusan pendukungnya tewas dalam protes-protes selama beberapa minggu setelah ia digulingkan dan ribuan orang lagi ditahan. Ratusan anggota pasukan keamanan tewas akibat serangan-serangan bom dan kena tembak sejak itu.

Dalam satu serangan di luar Kairo, Kementerian Dalam Negeri  mengatakan polisi menyita satu tempat penyimpanan senjata termasuk 10 bom di simpan di satu apartmen oleh seorang anggota anggota Ikhwanul Muslimin.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan satu dari bom-bom yang disita dalam penggeledahan di apartmen dekat Kairo itu, 30km dari ibu kota itu memiliki berat 25kg dan dilengkapi dengan alat pencatat waktu dan alat pengendali dari jarak jauh. Sembilan lainnya disebut dirakit secara primitif.

Seorang tersangka mengaku anggota Ikhwanul Muslimin mengatakan ia menerima senjata dari anggota partai politik kelompok itu. Namun Ikhwanul Muslim, sebagian besar pemimpin mereka dipenjara, membantah tuduhan tersebut. (Ant/Rtr/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru