Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Bangladesh Bergolak, Pemimpin Oposisi Tewas Protes Merebak

Redaksi - Jumat, 19 Desember 2025 20:44 WIB
881 view
Bangladesh Bergolak, Pemimpin Oposisi Tewas Protes Merebak
Foto: Dok
Sharif Osman Hadi

Jakarta (harianSIB.com)

Kekerasan kembali meletus di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Jumat pagi (19/12/2025). Ribuan demonstran turun ke jalan menyusul kematian Sharif Osman Hadi, pemimpin pemuda pro-demokrasi yang sebelumnya terluka dalam upaya pembunuhan dan dirawat di Singapura.

Hadi, 32 tahun, dikenal sebagai tokoh kunci dalam penggulingan pemerintahan otokratis Perdana Menteri Sheikh Hasina pada 2024. Hasina kini mengungsi ke India. Hadi berencana mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen Februari 2026, sebelum akhirnya ditembak pada 12 Desember di depan sebuah masjid di Dhaka.

Usai penembakan, Hadi diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif. Namun, pada Kamis, ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka-lukanya. Kematian ini memicu gelombang kemarahan publik dan aksi protes besar-besaran di berbagai penjuru Dhaka, dengan tuntutan agar pelaku segera ditangkap.

Bentrokan pun pecah di sejumlah titik. Sedikitnya tiga kebakaran dilaporkan, termasuk di gedung dua surat kabar terbesar Bangladesh. Para pengunjuk rasa menuduh media bersekutu dengan India negara tempat Sheikh Hasina kini berlindung.

Baca Juga:
Ratusan demonstran juga mengepung kediaman wakil duta besar India, memaksa polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Aksi protes meluas dengan pemblokiran jalan utama menuju ibu kota, penyerangan rumah mantan menteri di Chittagong, serta penargetan pusat kebudayaan Chhayanaut di Dhaka. Kota yang biasanya ramai berubah menjadi medan protes yang kacau.

Pemerintah sementara yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus mengonfirmasi kematian Hadi.

Yunus menyebut penembakan tersebut sebagai serangan terencana oleh jaringan kuat yang bertujuan menggagalkan pemilu mendatang.

"Kematiannya merupakan kehilangan yang tak tergantikan bagi bangsa," ujar Yunus, dilansir dari CNBC Indonesia.

Kepolisian Bangladesh kini memburu pelaku penembakan. Dua tersangka utama telah diumumkan ke publik, dengan hadiah lima juta taka bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan mereka.

Bangladesh negara mayoritas Muslim dengan populasi sekitar 170 juta jiwa dijadwalkan menggelar pemilu parlemen pada Februari 2026 untuk memilih 300 anggota parlemen, ditambah 50 kursi khusus perempuan.

Pemilu terakhir pada Januari 2024 mengantarkan Sheikh Hasina ke masa jabatan keempat, meski dituding penuh kecurangan oleh oposisi.

Partai Nasionalis Bangladesh yang dipimpin mantan perdana menteri Khaleda Zia diperkirakan menjadi pesaing utama dalam pemilu mendatang. Zia saat ini dirawat di ICU di Dhaka, sementara putranya, Tarique Rahman, dijadwalkan kembali dari pengasingan di Inggris pada 25 Desember setelah 17 tahun.

Kematian Sharif Osman Hadi menjadi titik balik baru dalam politik Bangladesh. Kerusuhan jalanan, serangan terhadap media, dan ketidakpastian politik mencerminkan krisis yang terus membayangi negara Asia Selatan itu menjelang pemilu yang sangat menentukan.

Bangladesh kini berada di persimpangan kritis antara demokrasi yang rapuh, ketegangan politik, dan harapan rakyat akan perubahan yang damai.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mantan PM Bangladesh Hasina Divonis Mati atas Dakwaan Kejahatan Kemanusiaan
Ratu Bangladesh Dipenjarakan karena Affair Dubes Arab Saudi
Imigrasi Tanjungbalai Asahan Amankan 3 WNA Diduga Asal Bangladesh
Indonesia Kena Imbas, Arab Saudi Bekukan Visa 14 Negara
Insiden Maut Bus Jamaah Umrah, KJRI Beberkan Kronologi Kejadian
12 PMI Non Prosedural Tangkapan TNI AL Diserahkan ke Imigrasi Tanjungbalai
komentar
beritaTerbaru