Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

Pemerintah Thailand Diminta Keluarkan Dekrit Kerajaan

- Senin, 10 Februari 2014 18:04 WIB
280 view
 Pemerintah Thailand Diminta Keluarkan Dekrit Kerajaan
Bangkok (SIB)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand dengan suara bulat memutuskan untuk mengusulkan pemerintah mengeluarkan dekrit kerajaan bagi pemilu baru di 28 daerah pemilihan di delapan provinsi selatan. Anggota KPU Somchai Srisuthiyakorn mengatakan setelah pertemuan enam jam yang tegang bahwa KPU cukup yakin bahwa pihaknya bisa menggelar pemilihan baru di lima Provinsi Rayong, Yala, Pattani, Narathiwat dan Petchburi.

"Kami tidak cukup yakin jika pemilu baru bisa berhasil diselenggarakan di Prachuap Khiri Khan dan Satun yang masing-masing memiliki 222 dan 300 tempat pemungutan suara (TPS)," katanya, Sabtu (8/2). Dia mengatakan, kekerasan bisa mengganggu pemungutan suara tetapi KPU akan menilai kembali situasinya lagi hari Selasa (11/2), setelah para pemimpin KPU di tujuh provinsi yang tertunda akan diundang untuk membahas persiapan pemilu.

Di 28 daerah pemilihan di delapan provinsi selatan di mana tidak ada calon tunggal telah terdaftar untuk melaksanakan jajak pendapat, Somchai mengatakan pemerintah harus mengeluarkan dekrit kerajaan untuk pemilu baru itu, karena KPU tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.

"KPU akan mengirimkan surat kepada pemerintah mengenai dekrit kerajaan sehingga pemerintah memberi kita jawaban secara tertulis," katanya. Dia mengatakan ada komentar individual bahwa pemerintah telah mengeluarkan dekrit kerajaan untuk pemilihan umum 2 Februari dan pihaknya  tidak akan mengeluarkan dekrit lagi untuk pemilu baru. "Itu sebabnya kita membutuhkan jawaban resmi dari pemerintah, bukan respon lisan individu," katanya.

Dia mengatakan surat suara yang baru harus dicetak dan surat suara akan memiliki warna baru. Dia tidak akan mengungkapkan percetakan. Sekjen KPU Puchong Nutrawong mengatakan KPU telah menetapkan 30 Maret untuk pemilihan Senat, dan 23 Maret untuk pemilihan awal. Pendaftaran pencalonan dijadwalkan 4-8 Maret, katanya.

Sementara korban luka sejak dimulainya demo anti-pemerintah terus bertambah. Dua orang terluka, satu parah, akibat serangan granat M-79 di tempat unjuk rasa menentang pemerintah Komite Reformasi Demokratis Rakyat (PDRC) Jalan Chaeng Wattana, Bangkok.

Korban dikenali sebagai Suwan Kaewput, 42 tahun, dan Natthawit Poonsinmongkol, 30 tahun, kini dalam keadaan stabil. Suwan menderita luka serius pada lehernya, dada dan punggung, sementara Natthawit terluka di bahu kanannya dan kaki kiri.

Peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 19.50 waktu setempat Sabtu di belakang panggung lokasi protes ketika salah satu dari dua granat M-79 jatuh di toilet wanita dekat pompa bensin di bawah jalan layang persimpangan berdekatan dengan Departemen Investigasi Khusus (DSI). Tak lama kemudian, suara tembakan dilaporkan terdengar.

Lokasi unjuk rasa di Chaeng Wattana dipimpin oleh biksu Phra Buddha Issara yang telah berada di bawah surat perintah penangkapan karena menghalangi pemilihan sejak Kamis. Pusat Kesehatan Erawan, Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA)  melaporkan bahwa sejak 30 November tahun lalu sampai hari ini total 10 orang telah tewas dan 603 terluka dalam protes anti-pemerintah. Kematian pertama terjadi akibat penembakan di dekat Universitas Ramkhamhaeng pada 30 November tahun lalu. (Ant/TNA/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru